Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mendukung kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dan menilai perjalanan tersebut adalah strategi diplomasi untuk menarik investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Wakil Ketua Umum DPP BKPRMI, Sedek Rahman Bahta, menegaskan bahwa di tengah persaingan global yang semakin ketat, diplomasi tingkat tinggi merupakan instrumen penting untuk memperjuangkan kepentingan nasional, memperluas akses pasar, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia.

“Presiden harus hadir di berbagai forum internasional untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah kerja sama ekonomi dan pembangunan global,” kata Bahta dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Bahta menilai bahwa manfaat diplomasi tidak selalu terlihat secara instan, namun akan berdampak dalam jangka panjang melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan menguatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di kawasan maupun dunia.

“Diplomasi yang kuat akan memperkuat ekonomi nasional dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya