2 Laga Awal VNL 2026 Keok Seperti Edisi Tahun Lalu, Thailand Tetap Jaga Kepercayaan Diri
Drajat Sugiri June 05, 2026 07:36 AM

TRIBUNNEWS.COM - Aroma dejavu skuad voli putri Thailand di pekan pembuka Volleyball Nations League (VNL) 2026 putri menguar.

Skenario pahit pada edisi 2025 lalu kembali terulang dengan menelan dua kekalahan beruntun di dua laga awal, Jumat (5/6/2026).

Kendati demikian, tim Gajah Putih tidak pulang dengan tangan hampa.

Menghadapi raksasa Asia sekaligus tuan rumah, China, Thailand memperlihatkan mental petarung dalam drama lima set penuh drama.

Bertanding di Nanjing, Kamis (4/6/2026) malam waktu setempat, laga bertajuk Asian Derby pertama di VNL 2026 putri ini berlangsung alot.

China yang tampil di hadapan publik sendiri sukses meredam perlawanan sengit Thailand dengan skor ketat 3-2 (25-14, 24-26, 25-19, 23-25, 15-7).

Hasil ini menjadi pelipur lara bagi sang tuan rumah yang pada laga perdana hari dipecundangi oleh Ceko lewat kekalahan tiga set langsung.

Eksperimen Berani Tuan Rumah

Tuan rumah China turun dengan strategi yang cukup berani sejak awal turnamen.

Seperti tradisi mereka di VNL, China mengawali kompetisi dengan deretan talenta muda.

Baca juga: Update Klasemen VNL Putri 2026 Hari Ini: Tetangga Indonesia Alergi Menang, Polandia Kudeta AS

Pelatih Zhao Yong memberikan menit bermain yang signifikan kepada dua pemain berusia 17 tahun, yaitu setter Zhang Zixuan dan middle blocker Guo Zhongnan, serta satu pemain berusia 18 tahun, middle blocker Wang Aoqian.

Perjudian ini terbayar lunas. Zhang Zixuan tampil cemerlang mendikte permainan dengan mencatatkan 46 assists.

Sementara itu, duet Guo dan Wang menyumbang total 22 poin krusial bagi timnya.

Namun, panggung utama malam itu tetap menjadi milik pemain yang lebih berpengalaman, Zhuang Yushan.

Pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi motor serangan utama Negeri Tirai Bambu dengan menggelontorkan 21 poin tertinggi dalam laga ini.

Melihat Thailand yang terus memberikan perlawanan sengit, Coach Zhao Yong tidak mau ambil risiko terlalu jauh.

Ia memasukkan dua pilar veteran dari bangku cadangan, Gong Xiangyu dan Wang Yuanyuan.

lihat foto
VNL 2026 - Pertandingan voli dalam gelaran Volleyball Nations League (VNL) 2026 putri antara China dengan Thailand di Nanjing Youth Olympic Games Sports Park Gymnasium, China, pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Volleyballworld)

Masuknya kedua pemain ini memberikan dampak instan yang positif.

Gong Xiangyu mengemas sembilan poin, sedangkan Wang Yuanyuan delapan poin untuk mengunci kemenangan timnya di set penentu.

"Sama sekali tidak mudah bagi kami untuk menata kembali mentalitas tim setelah pertandingan yang sulit dan hasil yang tidak terduga di laga pertama," ungkap Zhuang Yushan melansir Volleyballworld.

"Thailand bermain sangat luar biasa hari ini, dan kami harus mengerahkan kemampuan terbaik kami untuk membalas perlawanan mereka."

Satu Poin Berharga untuk Thailand

Dari kubu Thailand sejatinya tidak tampil buruk.

Mengandalkan permainan cepat dan pertahanan yang solid, mereka berkali-kali membuat barisan pertahanan China kocar-kacir.

Middle blocker veteran, Thatdao Nuekjang, menjadi pemain paling produktif bagi Thailand dengan raihan 16 poin.

Performa impresif juga ditunjukkan oleh outside hitter Sasipapron Janthawisut yang menguntit di belakangnya dengan sumbangan 14 poin.

Meskipun menelan kekalahan dua laga beruntun, setidaknya satu poin dari laga lima set ini menjadi modal berharga bagi Thailand untuk menatap laga-laga selanjutnya di VNL 2026.

"Kami sudah berjuang keras dan memiliki momen-momen yang bagus di pertandingan pertama kami, dan kami membawa energi yang sama hari ini," tutur Ajcharaporn Kongyot.

"Sedikit frustrasi memang karena kami tidak berhasil meraih kemenangan hari ini, tetapi saya rasa kami telah memainkan pertandingan yang sangat bagus."

"Kami percaya pada kerja keras tim pelatih serta tim kami, dan kami optimistis bisa memenangkan pertandingan-pertandingan seperti ini ke depannya," ujarnya.

Kekalahan ini memang memperpanjang catatan buruk Thailand di awal musim VNL, persis seperti start lambat mereka tahun lalu.

Namun, melihat daya juang tinggi yang ditunjukkan saat merepotkan tim sekelas China, Thailand mengirimkan sinyal bahaya.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.