Istana Pertahankan Purbaya Meski Rupiah Terkapar, Bantah Perombakan Kabinet Prabowo
jonisetiawan June 05, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah sorotan publik terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, beredar berbagai spekulasi mengenai kemungkinan adanya perubahan besar di jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan adalah kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya.

Rumor tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar, pengamat ekonomi, hingga masyarakat luas.

Di saat kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, kabar mengenai kemungkinan pergantian nakhoda di Kementerian Keuangan tentu menjadi perhatian serius.

Namun, pemerintah akhirnya memberikan klarifikasi tegas. Istana memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Baca juga: Purbaya Akui Adanya Tukar Guling Data dengan BPKP Demi Telusuri Jejak Aliran Dana Korupsi Dadan Cs

Prasetyo Hadi: Tidak Ada Menkeu Mundur, Tidak Ada Reshuffle

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara langsung membantah isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan meninggalkan kursi yang saat ini didudukinya.

Tak hanya itu, Prasetyo juga menepis kabar mengenai adanya rencana perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat.

"Enggak ada, enggak ada. Jadi enggak ada, enggak ada rencana itu, belum ada rencana itu," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam.

Pernyataan tersebut menjadi jawaban resmi pemerintah terhadap berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Purbaya Sudah Menyampaikan Sendiri

Menurut Prasetyo, isu pergantian Menteri Keuangan sebenarnya telah dijawab langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada Kamis sore sebelum pernyataan resmi Istana disampaikan, Purbaya telah menegaskan bahwa dirinya tidak dicopot maupun diganti dari posisi Menteri Keuangan.

Klarifikasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas persepsi publik dan pasar yang belakangan diwarnai berbagai rumor mengenai kondisi ekonomi nasional.

Dengan adanya penegasan langsung dari Menkeu maupun Istana, pemerintah berharap spekulasi yang berkembang dapat segera mereda.

MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan Purbaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pasar Tanah Abang pada Senin (9/3/2026). Purbaya mengaku lelah ubah anggaran di saat harga minyak terus melonjak.
MENKEU PURBAYA - Purbaya masih jadi Menteri Keuangan, isu pengunduran diri Purbaya tidak benar dan tidak ada pergantian jabatan Menkeu. (Tribun Trends)

Fokus Pemerintah Saat Ini Adalah Koordinasi Ekonomi

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, pemerintah menilai langkah yang paling dibutuhkan saat ini bukanlah pergantian pejabat, melainkan penguatan koordinasi antar-lembaga ekonomi negara.

Prasetyo menekankan bahwa pemerintah sedang berkonsentrasi menjaga stabilitas ekonomi melalui kerja sama yang erat antara berbagai institusi strategis.

"Yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi," kata Prasetyo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan seluruh instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan berjalan selaras dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.

Baca juga: BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terkapar hingga Rp18.000/Dollar AS, Gelar Operasi Darurat Lintas Pasar

Rupiah Melemah, Pemerintah Terus Melakukan Pemantauan

Meski membantah isu reshuffle dan pengunduran diri Menkeu, pemerintah mengakui bahwa pelemahan nilai tukar rupiah menjadi perhatian serius.

Dalam beberapa waktu terakhir, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami tekanan hingga menembus angka Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya berbagai spekulasi di ruang publik.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap perkembangan tersebut dan akan terus melakukan pemantauan secara intensif.

Menurutnya, berbagai langkah antisipatif terus disiapkan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Di balik tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah, pemerintah tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional.

Prasetyo menilai sejumlah indikator utama masih menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia yang relatif baik.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang tetap positif serta tingkat inflasi yang masih terkendali sebagai bukti bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi berbagai gejolak.

"Tetapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat gitu," kata Prasetyo.

Pemerintah berharap optimisme tersebut dapat menjadi penyeimbang di tengah berbagai sentimen negatif yang berkembang di pasar.

Baca juga: Rupiah Jeblok Nyaris Menyentuh Rp17.900, Menkeu Purbaya Sebut Situasi Ini Aneh: Gak Masuk Akal!

Menepis Spekulasi, Menjaga Kepercayaan

Penegasan Istana mengenai posisi Menteri Keuangan dan tidak adanya agenda reshuffle dapat dibaca sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas kepercayaan publik maupun pelaku ekonomi.

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, konsistensi kebijakan dan kepastian kepemimpinan dianggap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar.

Dengan klarifikasi tersebut, pemerintah ingin menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukanlah pergantian pejabat, melainkan memastikan seluruh instrumen ekonomi negara bekerja secara maksimal untuk menjaga pertumbuhan, mengendalikan inflasi, dan menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Untuk saat ini, setidaknya satu hal telah dipastikan oleh Istana: Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan, dan isu reshuffle kabinet yang ramai diperbincangkan belum masuk dalam agenda pemerintah.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.