Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Pemandangan menarik terlihat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026) malam.
Sejumlah jamaah haji asal Makassar memilih mengenakan baju turung haji saat bersiap pulang ke Tanah Air.
Baju turung haji ( baju turun haji) adalah busana adat Bugis-Makassar yang dikenakan jamaah wanita saat kembali ke Tanah Air.
Busana ini berbentuk gamis atau jubah berwarna cerah, dihiasi payet mengilap, dan dilengkapi penutup kepala khas (mispa) serta perhiasan emas, menjadi simbol rasa syukur dan kehormatan.
Ramla dan Ina diantara jamaah haji Makassar yang tampil anggun dengan baju turung haji.
Keduanya mengaku sengaja menyiapkan pakaian tersebut jauh hari sebelum keberangkatan haji.
“Ini memang sudah kami siapkan sekitar sebulan sebelum berangkat,"ujar Ramla saat ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.
"Kami ingin pulang dengan pakaian khas Bugis Makassar karena ini identitas kami,” jelasnya.
Menurutnya, mengenakan pakaian adat saat kembali dari Tanah Suci menjadi tradisi tersendiri bagi sebagian masyarakat Bugis-Makassar.
Selain sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya daerah, pakaian tersebut juga menjadi penanda khas saat bertemu keluarga dan kerabat di kampung halaman.
Selain busana adat, para jamaah juga tampak mengenakan berbagai perhiasan dan aksesori yang dibeli selama berada di Arab Saudi.
Mereka mengaku memanfaatkan waktu luang selama menjalankan ibadah haji untuk berbelanja oleh-oleh bagi keluarga di rumah.
Ina mengungkapkan, selama berada di Madinah dan Makkah, ia menghabiskan dana belanja hingga sekitar Rp20 juta.
Jumlah tersebut belum termasuk biaya untuk menyiapkan pakaian adat yang dikenakan saat kepulangan.
“Kalau untuk belanja oleh-oleh dan beberapa barang lainnya kurang lebih sekitar Rp20 juta. Itu belum termasuk biaya pakaian yang kami pakai sekarang,” katanya.
Berbagai barang yang dibeli antara lain perhiasan, aksesori, perlengkapan rumah tangga, hingga oleh-oleh khas Arab Saudi untuk keluarga dan tetangga di Makassar.
Suasana terminal keberangkatan malam itu pun diwarnai aktivitas para jamaah yang menunjukkan hasil belanja mereka.
Beberapa saling bertukar informasi mengenai lokasi pusat perbelanjaan di Makkah dan Madinah yang menawarkan harga lebih terjangkau.
Meski telah menuntaskan rangkaian ibadah haji, semangat para jamaah terlihat tetap tinggi menjelang kepulangan ke Indonesia.
Bagi mereka, perjalanan spiritual ke Tanah Suci tidak hanya meninggalkan kenangan ibadah, tetapi juga pengalaman budaya dan kebersamaan yang akan selalu dikenang.
Kehadiran jamaah dengan pakaian adat Bugis Makassar di bandara pun menarik perhatian jamaah lain dan petugas, sekaligus menjadi simbol kuat bahwa tradisi dan identitas budaya tetap terjaga meski berada jauh dari kampung halaman. (hasim arfah/mch 2026)