Dinkesda Sangihe Luncurkan Program SANTER-TB, Kader Kesehatan Dilibatkan Percepat Eliminasi TBC
Frandi Piring June 05, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan Program SANTER-TB (Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis).

Program tersebut mulai dijalankan melalui pelatihan kader kesehatan dan sosialisasi yang dilaksanakan di tiga kecamatan percontohan, yakni Tahuna, Tahuna Timur, dan Tahuna Barat, Jumat (5/6/2026).

Puluhan kader kesehatan dari berbagai kelurahan ikut pelatihan dan nantinya akan dilibatkan dalam program tersebut.

Masing-masing kelurahan mengutus dua kader yang nantinya bertugas mendampingi pasien, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga membantu petugas kesehatan menemukan kasus TBC secara aktif di lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME, mengatakan program ini menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

"Kita harus bergerak lebih aktif. Tidak cukup hanya menunggu pasien datang berobat. Penemuan kasus, skrining, dan investigasi kontak harus dilakukan secara masif agar penularan dapat ditekan," kata Handry.

Ia menjelaskan, TBC masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, penanganannya membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas, termasuk para kader kesehatan yang berada di garis depan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Menurut Handry, salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah pasien yang menghentikan pengobatan sebelum tuntas.

Selain itu, masih ada anggota keluarga maupun kontak erat pasien yang belum bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Ketika satu kasus ditemukan, maka orang-orang yang memiliki kontak erat harus diperiksa. Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan dan menemukan kasus sejak dini," ujarnya.

Pemkab Sangihe lewat Dinkesda memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC)
PELATIHAN - Pemkab Sangihe melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan Program SANTER-TB (Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis). Puluhan kader kesehatan dari berbagai kelurahan ikut pelatihan dan nantinya akan dilibatkan dalam program tersebut.

Melalui SANTER-TB, kader kesehatan akan berperan mulai dari edukasi, skrining, investigasi kontak, pendampingan pengobatan, hingga membantu proses rehabilitasi sosial pasien setelah dinyatakan sembuh.

Selain mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat, program ini juga memanfaatkan teknologi digital.

Pasien dapat memanfaatkan sistem pemantauan pengobatan elektronik melalui fitur Electronic Directly Observed Treatment (e-DOT) yang memungkinkan petugas memantau kepatuhan minum obat secara daring.

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan chatbot untuk membantu pasien memperoleh informasi terkait pengobatan maupun efek samping yang dialami selama terapi.

Data Dinkesda mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 547 kasus TBC di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sementara hingga Mei 2026, tercatat 167 pasien yang sedang menjalani penanganan, terdiri dari 162 kasus TBC sensitif obat dan lima kasus TBC resisten obat.

Meski angka temuan kasus mengalami peningkatan, Handry menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem deteksi dan pencarian kasus berjalan semakin efektif.

"Semakin banyak kasus yang ditemukan, berarti semakin banyak pasien yang bisa segera mendapatkan pengobatan. Yang berbahaya justru jika kasus tidak terdeteksi dan terus menularkan penyakit kepada orang lain," tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor swasta, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat.

Saat ini Program SANTER-TB masih diterapkan sebagai proyek percontohan di tiga kecamatan.

Namun apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan, program tersebut akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Kami berharap program ini menjadi model penanganan TBC berbasis masyarakat yang efektif dan nantinya dapat diterapkan di seluruh wilayah Sangihe," pungkas Handry. (Edu)

Baca juga: Bupati Sangihe Michael Thungari Tekankan Pentingnya Legalitas Keluarga saat Hadiri Nikah Massal

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.