Pemkot Bandar Lampung Biayai Penuh Pemindahan 102 Siswa SMA Siger ke Sekolah Swasta
taryono June 05, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung membiayai penuh pemindahan 102 siswa dari SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 ke-6 sekolah swasta yang direkomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung.

Ketua Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah, memastikan seluruh siswa yang dipindahkan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Disdikbud Kota Bandar Lampung.

Sebelumnya, Disdikbud Lampung meminta Pemkot Bandar Lampung memindahkan 102 siswa dari SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 ke enam SMA swasta yang telah ditunjuk.

Pemindahan dilakukan karena hingga batas waktu yang ditentukan, SMA Siger belum memenuhi persyaratan legalitas operasional sekolah.

Disdikbud Lampung juga telah mengirimkan surat kepada pihak yayasan yang berisi larangan menerima peserta didik baru serta kewajiban memindahkan siswa ke sekolah lain pada 13 Mei.

Selanjutnya, pada 28 Mei, Yayasan Siger Prakarsa Bunda secara resmi menyerahkan penanganan pemindahan seluruh siswa kepada Disdikbud Lampung.

Proses pemindahan dilakukan oleh yayasan dengan difasilitasi dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Biaya pendidikan siswa yang telah dipindahkan tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Bandar Lampung. Upaya ini dilakukan agar para siswa mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” kata Khaidarmansyah, Jumat (5/6/2026).

Ia menambahkan, pihak yayasan masih berupaya mengurus izin operasional sekolah agar dapat kembali menampung siswa kurang mampu.

“Dari 30 persyaratan, kami hanya belum memiliki aset berupa tanah dan gedung sekolah atas nama yayasan sendiri. Insyaallah akan segera terwujud,” ujarnya.

Menurutnya, SMA Siger Prakarsa Bunda didirikan untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berupaya memastikan siswa jenjang SMA dapat menempuh pendidikan secara gratis.

“Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, program ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan pendidikan antar masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi,” tutupnya.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.