Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pergantian nama Jembatan Sodongkopo menjadi Jembatan Jaya Perkasa belakangan menjadi perhatian publik.
Di tengah polemik tersebut, Anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Ridwan, menegaskan bahwa pembangunan jembatan strategis itu hasil kolaborasi antara Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jawa Barat sejak masa kepemimpinan Bupati Jeje Wiradinata.
Jembatan yang berada di Kecamatan Cijulang itu menghubungkan kawasan Bandara Nusawiru dengan destinasi wisata Pantai Batukaras.
Infrastruktur itu memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan pengembangan sektor pariwisata di Pangandaran.
Menurut Iwan, pembangunan Jembatan Sodongkopo tidak terlepas dari upaya lobi yang dilakukan Jeje Wiradinata kepada Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil.
Baca juga: Progam MBG di Pangandaran Terancam Dihentikan, Dana Pusat Belum Cair
"Pembangunan jembatan ini merupakan hasil komunikasi dan lobi Pak Jeje Wiradinata kepada Kang Emil saat menjabat Gubernur Jawa Barat," ujar Iwan kepada Tribun di Mangunjaya, Kamis (4/6/2026) sore.
Ia menjelaskan, pembangunan tahap awal dimulai pada 9 Juli 2023 dengan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat sekitar Rp 72 miliar hingga Rp 74 miliar.
Namun, proyek tersebut tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran sehingga pengerjaannya sempat terhenti.
"Karena tidak selesai dalam satu tahun anggaran, pembangunan sempat berhenti," katanya.
Setelah terjadi pergantian kepemimpinan di Jawa Barat dan posisi gubernur diisi Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin, Jeje Wiradinata kembali melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar proyek itu dapat dilanjutkan.
Upaya tersebut, kata Iwan, membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian mengalokasikan kembali anggaran sebesar Rp 55,4 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jembatan.
"Alhamdulillah, per Januari 2025 proyek itu sudah masuk dalam perencanaan dan penganggaran APBD Jawa Barat," ucap Iwan.
Iwan pun menyoroti munculnya persepsi di masyarakat yang mengaitkan pembangunan jembatan dengan Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi.
Menurutnya, secara administrasi proses penganggaran lanjutan sudah rampung sebelum Dedi resmi dilantik.
Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada Februari 2025, sementara anggaran lanjutan pembangunan jembatan sudah masuk dalam dokumen perencanaan APBD sejak Januari 2025.
Meskipun demikian, Iwan mengaku tidak mempermasalahkan keputusan pergantian nama Jembatan Sodongkopo menjadi Jembatan Jaya Perkasa karena pembangunan memang menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Barat.
"Saya tidak mempersoalkan pergantian nama itu. Silakan saja karena memang didanai dari APBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.
Namun, lanjut ia, masyarakat harus mengetahui proses panjang di balik pembangunan infrastruktur tersebut agar tidak muncul pemahaman yang keliru.
"Saya menyampaikan fakta bahwa jembatan tersebut merupakan hasil lobi Pak Jeje Wiradinata saat menjabat Bupati Pangandaran kepada Kang Emil sebagai gubernur, yang kemudian dilanjutkan kepada Pj Gubernur Pak Bey hingga akhirnya pembangunan bisa diteruskan dan diselesaikan," kata Iwan.(*)