Terungkap Motif Pelajar Keroyok Pelajar di Ciheuleut Bogor, Korban Dianiaya Demi Masuk Tongkrongan
khairunnisa June 05, 2026 02:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seorang pelajar SMA dikeroyok oleh enam pelajar lainnya di wilayah Ciheuleut, Kota Bogor.

Kejadian itu sendiri viral di media sosial (medsos).

Semua pelajar yang terlibat termasuk korban sudah dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Polresta Bogor Kota.

Motif pelajar yang dikeroyok enam pelajar ini terungkap.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Bagus Azi Lesmana Putra mengatakan, pelajar ini dikeroyok sebagai bagian dari penataran basis tongkrongan atau geng.

"Sampai saat ini, motif aksi tersebut adalah penataran atau pengenalan terkait salah satu geng yang mereka ikuti," kata Kompol Bagus kepada TribunnewsBogor.com di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat (5/6/2026).

Pelajar yang menjadi korban tertarik masuk ke dalam tongkrongan itu.

Tongkrongan ini berisikan pelajar yang masih satu sekolah dengannya.

"Sampai saat ini diketahui bahwa yang bersangkutan memang mau bergabung. Artinya, korban memang ingin ikut nongkrong di kelompok tersebut," ujarnya.

Baca juga: Viral Video Pelajar Dikeroyok Pelajar di Ciheuleut Bogor, Korban Diinjak-Injak Sampai Disuruh Pushup

Disinggung apakah aksi ini merupakan tradisi dalam tongkrongan, sambung Bagus, pihaknya masih mendalaminya.

Termasuk peran keterlibatan alumni sekolah tersebut.

"Mereka semua tergabung dalam satu kumpulan (geng) yang anggotanya campuran," ujarnya.

Polresta Bogor Kota saat ini terus melakukan pemeriksaan.

"Langkah hukum sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi, bukti-bukti, serta motif-motif lain yang dilakukan oleh keenam orang ini," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Seorang pelajar SMA dikeroyok pelajar lainnya di wilayah Ciheuleut, Kota Bogor viral di media sosial.

Pelajar yang menjadi korban berinisial R kelas 11 SMK Bina Warga Kota Bogor.

Ia disiksa habis-habisan oleh pelajar lainnya. Mulai dari ditendang, punggungnya diinjak-injak, sampai disuruh pushup.

Pelajar lainnya yang mengeroyok ternyata ada yang masih satu sekolah dengan R dan ada dari sekolah lainnya.

Total pelajar yang mengeroyok R berjumlah enam orang.

Empat berasal dari SMK Bina Warga kelas 11 dan dua pelajar lainnya berasal dari SMK PGRI 2 kelas 10.

Pelajar yang mengeroyok R terus meracau dan mengeluarkan kata-kata kasar.

"Pushup-pushup. Buru gua mau lu pushup 10 kali," kata pelajar sambil menghitung gerakan pushup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.