Rupiah Sentuh Rp18.000, Menkeu Purbaya Tegaskan Kondisi Utang Negara Masih Sesuai Perhitungan
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya June 05, 2026 02:56 PM

- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi soal melemahnya rupiah yang tembus sampai Rp18.000 per dolar AS sejak Kamis (4/6/2026).

Ia mengaku tak panik melihat angka tersebut.

Sebab, menurut Purbaya, Bank Indonesia (BI) yang mendapat wewenang untuk mengelola stabilitas nilai tukar rupiah, telah menjalankan kebijakannya secara baik.

"Anda melihat saya panik? Nggak. Pada dasarnya, BI masih menjalankan kebijakan dengan baik dan semuanya masih di bawah kendali mereka," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis.

"Saya serahkan rupiah ke mereka (BI)," lanjut dia.

Purbaya juga bicara soal utang negara di tengah melemahnya rupiah.

Ia menegaskan sebagian besar surat utang negara punya kupon atau bunga tetap.

Padahal, pembayaran utang pemerintah akan membengkak ketika nilai rupiah terhadap dolar melemah.

Purbaya pun memastikan pembayaran utang negara masih sesuai perhitungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Pembayaran utang kan lewat kupon ya. Kuponnya sih konstan, cuma pada waktu rupiah melemah ya meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," jelas Purbaya.

"Cuma kan hini, ini (pembayaran utang) masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," urainya.

Ia mengungkapkan, saat penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar dolar sekitar Rp16.500 per dolar.

Tetapi, jelas Purbaya, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan terjadinya gejolak ekonomi global, termasuk skenario rupiah melemah.

Meski tak menyebut batas maksimal nilai tukar rupiah dalam simulasi tersebut, Purbaya memastikan angka saat ini, yaitu Rp18.000 per dolar, masih sesuai perhitungan.

"Begini, pada waktu APBN pertama kan ada asumsi berapa, Rp16.500 ya? Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik tinggi kan, ya kita hitung di situ."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.