Kasus Pengeroyokan Pelajar di Ciheueleut Bogor Berakhir Damai, Orangtua Saling Minta Maaf
Ardhi Sanjaya June 05, 2026 04:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus seorang pelajar yang dikeroyok oleh enam pelajar lainnya di Ciheleut Kota Bogor berakhir damai.

Keluarga pelajar yang menjadi pelaku dan korban bersepakat untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Untuk pelajar yang jadi korban berinisial R kelas 11 berasal dari SMK Bina Warga.

Sedangkan pelajar yang mengeroyok empat orang diantaranya berasal dari SMK Bina Warga dan dua orang lainnya dari PGRI 2 Kota Bogor.

"Iya, sudah berdamai. Ya, yang sudah-sudah biarlah berlalu. Yang penting ke depannya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Itu saja sih buat saya. Saya sudah memaafkan semuanya," kata Ibu Iis (45) ibu kandung dari pelajar yang jadi korban kepada TribunnewsBogor.com di Mako Polresta, Jumat (5/6/2026).

Ia meyakini pihak sekolah sudah mempunyai cara agar anaknya yang menjadi korban dan rekannya yang menjadi pelaku tidak mengulangi kesalahannya.

"Ya, kalau sedikit rasa khawatir sih ada. Cuman saya percaya sama pihak sekolah, karena mereka (para pelaku) sudah dipantau dan dibimbing kembali oleh pihak sekolah," ujarnya.

Untuk luka, sambung Iis, anaknya mengalami luka memar dibagian punggungnya.

"Hanya merasa nyeri dan ada memar-memar di bagian punggung," ucapnya.

Ia akan mengawasi anaknya saat ini usai kejadian.

"Pasti (diawasi). Harus langsung pulang sekolah, tidak boleh nongkrong-nongkrong lagi. Itu saja, demi keselamatan dan kebaikan anak saya juga," ujarnya.

Sementara itu, pantauan TribunnewsBogor.com, pihak keluarga korban dan pelaku berdamai di Mako Polresta Bogor Kota.

Keluarga saling bersalaman dan saling memaafkan dihadapan polisi.

Usai berdamai, mereka langsung meninggalkan Mako Polresta Bogor Kota.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.