Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG UTARA- Percepatan transformasi digital di sektor manufaktur kini menjadi sebagian langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pengawasan proses bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat berbasis data.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bisnis Sistem Indonesia (PTBSI) bersama Infor Indonesia menggelar Indonesia Manufacturing Symposium 2026 di Swiss-Belinn Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (4/6/2026).
Mengangkat tema 'Shaping the Future: Digital Transformation and Cloud ERP in Smart Manufacturing 4.0', kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri manufaktur, praktisi teknologi, hingga jajaran pimpinan perusahaan.
Senior Solution Consultant Infor Indonesia, Kris Agus Santoso mengatakan, pertemuan itu dilakukan guna membahas peran teknologi cloud Enterprise Resource Planning (ERP) dalam menciptakan sistem operasional yang terintegrasi, fleksibel, dan mampu beradaptasi dengan perubahan pasar.
Pada sesi awal, Kris Agus memaparkan fungsi ERP saat ini telah berkembang jauh dibandingkan perannya di masa lalu.
“ERP modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai sistem transaksi, tetapi telah menjadi platform strategis yang mendukung transformasi bisnis," kata Kris Agus, dikutip Jumat (5/6/2026).
Pembahasan selanjutnya berfokus pada beragam solusi yang ditawarkan Infor, mulai dari Infor LN, Infor M3 hingga Manufacturing Execution System (MES).
Sesi tersebut dipandu oleh Application Consultant PTBSI, Hary Trisetyo, bersama Anna Concepcion dari Infor.
Hary menilai, proses digitalisasi seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai implementasi teknologi, melainkan investasi jangka panjang bagi perusahaan.
“Cloud ERP memberikan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh proses operasional, mulai dari perencanaan produksi, pengelolaan inventaris, hingga pengendalian biaya. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat,” jelas Hary.
Tak hanya menghadirkan sesi pemaparan materi, symposium tersebut juga menyelenggarakan diskusi panel yang dipandu oleh GM Sales PTBSI, Sudarto Kuang.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kris Agus Santoso dari Infor Indonesia, GM Systems and IT PT Frina Lestari Nusantara Saverio Hans Harlijanto, serta Plant and Operation Director PT Argapura, Adithia Varuna Jayanegara.
Dalam forum tersebut, para panelis membagikan pengalaman mereka terkait penerapan sistem ERP serta pengaruhnya terhadap peningkatan efektivitas dan performa operasional perusahaan.
Adithia Varuna menyampaikan, implementasi Infor ERP di PT Argapura tidak hanya meningkatkan pengawasan operasional, tetapi juga membantu membentuk budaya kerja yang lebih terstruktur dan berbasis data.
“Implementasi Infor ERP memperkuat visibilitas dan kontrol operasional perusahaan. Selain itu, sistem ini juga mendorong budaya kerja yang lebih sistematis dan berbasis data, yang menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perusahaan yang siap mengadopsi teknologi AI di masa depan,” ucap Adithia.
Lalu berdasarkan sisi teknologi informasi, Saverio Hans Harlijanto menegaskan, ERP kini telah menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas bisnis perusahaan manufaktur.
Memilih cloud-based ERP dari vendor yang telah memiliki rekam jejak global dinilainya memberikan banyak manfaat.
"Ada beragam manfaat, diantaranya mulai dari stabilitas sistem, penerapan best practice internasional, keamanan data, skalabilitas, hingga keberlanjutan dukungan jangka panjang," lugas Saverio. (M37)