Puluhan Siswa Datangi Lokasi Pertukaran Sampah di Paharuangan HSS, Tukar dengan Tumbler dan Sembako
Irfani Rahman June 05, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Antrean siswa-siswi nampak memanjang di depan pos penerimaan penjualan sampah saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Paharuangan, Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Mereka sambil membawa berbagai jenis sampah yang masuk kategori untuk ditukarkan dengan berbagai jenis, baik sembako, teh, mie instan dan tumbler.

Antusias terpancar dari para siswa yang rela mengantre, seperti Azam yang usai menukarkan sampah berupa botol plastik bekas untuk ditukarkan dengan tumbler.

“Selanjutnya pasti mau lagi mengumpulkan sampah yang dapat dijual ke bank sampah, lumayan dapat barang seperti tumbler ini,” kata siswa kelas 5 SD sederajat ini, Jumat (5/6/2026).

Tumbler tersebut dihadiahkan Azam untuk ibu di rumah. Sementara Bahit menjual dua bungkus botol minuman plastik sebanyak dua plastik.

Baca juga: Aksi Heroik Raihan di Kebakaran Bakarung HSS, Nekat Terobos Api Untuk Selamatkan Sang Nenek

Baca juga: Pembunuh Ibu 2 Anak di Pengaron Banjar Masih Misteri, di TKP Polisi Hanya Temukan Benda Ini

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH), Susilo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, M Robby A mengutarakan, kegiatan dirangkai pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang mengundang komunitas, mahasiswa, dan pelajar.

“Seperti siswa tadi membawa sampah dari sekolah untuk ditukarkan dengan sembako atau tumbler. Setidaknya ini menumbuhkan semangat anak sejak dini untuk peduli dengan lingkungan dan manfaat memilah dan mengenal bank Sampah,” jelasnya.

Ditambahkan, Robby di HSS terdapat 66 unit bank sampah termasuk satu induk dan sisanya merupakan unit yang tersebar di setiap kecamatan.

Setiap penjualan ke bank sampah, harus dilakukan pemisahan terlebih dahulu sesuai kriteria sampah yang terdaftar pada harga pembelian.

“Nanti hasil yang dijual oleh warga bisa ditukarkan secara dibayar langsung tunai, dibikin tabungan dengan tercatat sebagai nasabah untuk donasi tapi hanya di induk. Sementara unit biasanya dibayar langsung atau ditabung,” bebernya.

Melalui program dan kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat semakin peduli untuk memilah sampah dan menjualnya ke bank sampah terdekat.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.