BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Tren penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banjar bergeser, kini penerimaan utama dari sektor opsen pajak. Kedua, yakni Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Diharapkan untuk sektor PBB-P2 terus dioptimalkan agar apendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Banjar terus optimal di tengah kondisi keuangan yang diperketat karena efisiensi.
Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Jumat (5/6/2026).
"Di tengah kondisi keuangan yang efisiensi, optimalisasi PAD akan menjadi kunci dalam pembangunan di tingkat daerah agar tetap berjalan secara berkelanjutan," kata Yudi Andrea tanpa merinci berapa sektor PAD di PBB-P2.
Termasuk peningkatan pendapatan di sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Baca juga: Pembunuh Ibu 2 Anak di Pengaron Banjar Masih Misteri, di TKP Polisi Hanya Temukan Benda Ini
Baca juga: BREAKING NEWS- Bangunan Ponpes Nurul Iman Banjarbaru Kalsel Terbakar, Asap Membumbung Tinggi
Sekda menambahkan, kunci untuk suksesnya optimalisasi penerimaan PBB-P2 ini ada pada koordinasi di lapangan. Sehingga sinergitas yang kuat antara BPKPAD dan jajaran aparatur pemerintahan tingkat bawah.
Selain bertitik fokuskan pada pencapaian target penerimaan pajak, sosialisasi ini juga dimanfaatkan oleh Pemkab untuk mempromosikan transformasi digital di sektor pelayanan publik.
Karenanya, Sekda berharap, masyarakat mulai harus diarahkan untuk beralih menggunakan metode pembayaran non-tunai (digital) saat menunaikan kewajiban perpajakannya.
"Kami juga ingin mendorong digitalisasi dengan mengarahkan keadaan penggunaan pembayaran non-tunai atau digital. Tujuannya agar masyarakat kita juga semakin paham dengan digitalisasi," urai Yudi.
Salah satu warga, Yahya, warga Gambut mengaku jika PBB mestinya dijemput boleh oleh petugas ke tingkat pemerintah terendah. "Kami siapa aja bayar. Namun kadang sibuk an lupa sehingga perlu aparat pemerintah yang menagih, bahkan kalau perlu di tingkat Rt," jelasnya.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)