Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Wamenhaj Ungkap 2 Catatan dari Arab Saudi
Ni'amu Shoim Assari Alfani June 05, 2026 07:42 PM

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima The Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah atau penghargaan penyelenggaraan haji terbaik tahun 2026.

Justru dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura meraih penghargaan yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah tidak menjadikan penghargaan sebagai target utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sebab, fokus utama pemerintah Indonesia adalah pada kepuasaan dan perlindungan terhadap jemaah.

"Tentu itu adalah wewenang Kerajaan Saudi Arabia. Kami menghormati subjektivitas dari Kerajaan Saudi Arabia," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).

Ia mengungkapkan terdapat dua isu yang selama ini menjadi perhatian Arab Saudi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia. 

"Media itu bebas sekali. Kita tentu tidak bisa mengontrol media karena itu prinsip dasar demokrasi," ujarnya.

Catatan kedua berkaitan dengan aspek kesehatan dan pelaksanaan istitha'ah kesehatan jemaah haji. 

Sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia yang mencapai 221 ribu orang, Indonesia memiliki jumlah kematian jemaah yang lebih banyak secara angka absolut dibanding negara lain.

Namun demikian, Dahnil menegaskan, secara persentase angka tersebut relatif lebih rendah dan terus menunjukkan penurunan. 

Bahkan pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah yang wafat turun drastis dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun lalu lebih dari 400 orang, sementara tahun ini per hari ini (kemarin, red) sekitar 180-an. Penurunannya sangat signifikan," tuturnya.

Menurut Dahnil, penurunan angka kematian tersebut tidak lepas dari penerapan istitha'ah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan. 

Pemerintah pun berencana terus memperkuat kebijakan tersebut pada penyelenggaraan haji mendatang.

"Memang ini dilematis, tetapi mau tidak mau harus dilakukan karena menjadi mandat dari Kerajaan Saudi Arabia sebagai penyelenggara haji. Ke depan kami akan lebih ketat terkait istitha'ah kesehatan," pungkasnya.

Di kesempatan terpisah, hal senada juga sempat disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, pihaknya akan semakin memperketat istitha'ah kesehatan di berbagai daerah.

"Kita belum terlalu signifikan dalam meningkatkan standar dari istitha'ah kesehatan, walaupun di berbagai daerah sudah bagus, mungkin ada beberapa daerah yang pelaksanaan istitha'ah kesehatannya kurang bagus," kata dia.

Gus Irfan menegaskan, faktor usia bukan menjadi penentu utama kelayakan seseorang untuk berhaji. Sebab, ada yang lebih penting yaitu kondisi kesehatan calon jemaah.

Ia mencontohkan, pada musim haji tahun ini terdapat jemaah berusia lebih dari 100 tahun yang tetap dapat berangkat karena memenuhi syarat kesehatan.

Dia mengakui petugas kesehatan di lapangan kerap menghadapi tantangan sosial dan budaya ketika harus menyatakan seorang calon jemaah belum memenuhi syarat kesehatan, terutama jika yang bersangkutan telah menunggu antrean haji selama bertahun-tahun. 

"Ini memang sangat berkaitan. Kita paham mereka menunggu lama, tapi kita juga paham bahwa kita juga perlu orang-orang yang sehat," ujar Gus Irfan.

Tentang The Labaytum Award

Setiap tahun, Arab Saudi memberikan The Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah tahun 2026.

Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi lembaga dan organisasi yang dinilai memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji. 

Dilansir haj.gov.sa, penghargaan tersebut bertujuan mendorong peningkatan kualitas layanan, kepuasan jemaah, inovasi, serta daya saing penyelenggara layanan haji dan umrah.

Berikut daftar pemenang The Labaytum Award 2026:

Kategori Berlian (Diamond Award): Malaysia,Irak, Ethiopia

Kategori Emas (Gold Award): Djibouti, Komoro, Turki

Kategori Perak (Silver Award): Maroko, Oman, Mesir

Kategori Perunggu (Bronze Award): Aljazair, Tunisia, Singapura (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.