Perusahaan Cari Lulusan Paham Bisnis dan AI, UK Petra Siap Jalur Magang Berbayar ke China
Wiwit Purwanto June 05, 2026 07:49 PM

 
SURYA.CO.ID SURABAYA - Kemampuan teknis semata kini tidak lagi menjadi jaminan sukses di dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data, perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengintegrasikan pemahaman bisnis, teknologi, serta kemampuan menerjemahkan data menjadi keputusan strategis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program International Business Engineering (IBE) Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggandeng perusahaan analitik berbasis AI asal China, Guandata, dalam kegiatan “IBE Transformation: Empowering Industry-Academia Collaboration” yang digelar di Matthew Room, Gedung Radius Prawiro UK Petra, Jumat (5/6/2026).

Ketua Program International Business Engineering (IBE) UK Petra, Dra. Indriati Njoto Bisono, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengundang siswa dan orang tua untuk memperkenalkan kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama dunia kerja pada masa depan.

“Karena kami tahu program ini sangat baik dan memang dibutuhkan di masa depan. Orang yang punya kemampuan teknik saja itu kurang. Mereka harus punya wawasan bisnis juga. Kadang-kadang di perusahaan, orang teknik tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan manajemen. Sebaliknya, manajemen sekarang juga tidak cukup hanya memahami bisnis, tetapi perlu dilengkapi teknologi, terutama AI,” ujarnya.

Baca juga: Cara Daftar Magang Kemnaker Batch 2, Ada Ribuan Lowongan dan Dapat Uang Saku Setara UMK

Menurutnya, kebutuhan tersebut kini dirasakan hampir di seluruh sektor industri. Perusahaan tidak lagi sekadar mengumpulkan data, melainkan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengolah informasi menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat dan berdampak terhadap kinerja bisnis.

“Perusahaan-perusahaan di Indonesia sekarang sudah sangat membutuhkan BI dan AI untuk membuat perusahaan bisa mengambil keputusan dengan tepat sehingga optimalisasi bisnis dapat terjadi,” katanya.

Mahasiswa Didorong Menyelesaikan Proyek Industri Nyata

Sebagai perusahaan Business Intelligence (BI) dan AI yang berbasis di Hangzhou, China, Guandata melihat Indonesia sebagai pasar yang berkembang pesat dalam kebutuhan solusi analitik data. Kolaborasi dengan UK Petra pun diarahkan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan industri modern.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa IBE tidak hanya memperoleh pembelajaran konseptual di kelas, tetapi juga akan terlibat dalam berbagai proyek industri yang menghadirkan persoalan nyata.

“Yang akan kami kuatkan terutama di sisi aplikasi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar menyelesaikan proyek-proyek industri dengan problem yang nyata,” tutur Indriati.

Baca juga: Jembatani Pendidikan Indonesia Timur, UK Petra Luncurkan S2 Manajemen Full Online

Mahasiswa juga akan mendapatkan akses menggunakan perangkat lunak milik Guandata yang selama ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan global. Menurut Indriati, penggunaan platform industri dengan lisensi penuh menjadi nilai tambah yang memungkinkan mahasiswa belajar menggunakan teknologi yang sama dengan dunia kerja.

“Kami menggunakan business enterprise platform dengan full license. Jadi mahasiswa punya kesempatan menggunakan software yang benar-benar dipakai perusahaan, dengan fitur yang lebih luas dan kompleks,” jelasnya.

Peluang Beasiswa dan Magang Berbayar di China

Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada aspek pembelajaran. Guandata juga membuka peluang beasiswa bagi calon mahasiswa IBE serta kesempatan magang berbayar di kantor pusat perusahaan di Hangzhou, China.

Meski demikian, kesempatan tersebut akan diberikan melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kualitas proyek mahasiswa selama masa studi dan kesesuaiannya dengan kebutuhan perusahaan.

“Tidak semua mahasiswa memiliki minat yang sama. Ada yang lebih tertarik ke manufaktur atau pabrik, ada yang lebih tertarik ke analitik dan informatika. Nanti akan ada seleksi sesuai kebutuhan Guandata,” ujarnya.

Indriati mengungkapkan minat siswa terhadap bidang business intelligence dan data analytics sebenarnya cukup tinggi. Hasil survei kampus menunjukkan banyak calon mahasiswa tertarik mendalami bidang tersebut, meski biaya pendidikan program internasional dan kemampuan bahasa Inggris masih menjadi tantangan tersendiri.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan industri terhadap kompetensi analitik data semakin terlihat dari pengalaman mahasiswa saat menjalani program magang. Banyak perusahaan kini menugaskan mahasiswa untuk mengembangkan dashboard bisnis hingga melakukan analisis data sebagai bagian dari pengambilan keputusan perusahaan.

“Sebagian besar mahasiswa yang magang di industri diminta membuat dashboard dan melakukan data analytics. Dari sana kami sadar bahwa kompetensi ini memang sedang sangat diminati perusahaan,” katanya.

Selain menggandeng Guandata, UK Petra juga terus menjajaki kerja sama dengan berbagai perusahaan lain guna memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman industri, termasuk program magang berbayar yang disertai dukungan beasiswa.

Melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, UK Petra berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktik, jejaring profesional, serta kemampuan mengintegrasikan bisnis, teknologi, dan analitik yang semakin dibutuhkan di era AI.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.