TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Forum dialog Program Sambung Rasa 2026 di Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026), dimanfaatkan warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi. Salah satunya terkait kerusakan jaringan irigasi pertanian.
Perwakilan petani Desa Pesu Edi Sulistyo, menyampaikan sejumlah titik saluran irigasi mengalami kebocoran sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal.
“Saya ingin mengadukan permasalahan soal irigasi di Desa Pesu. Di beberapa titik, talud bocor sehingga pengairan kurang lancar dan ada juga yang belum ditalud, mohon agar segera ditalud agar pengairan lebih cepat dan lancar untuk kemakmuran para petani,” katanya.
Ia juga menyoroti kerusakan pada salah satu dam tempel yang berfungsi mengatur aliran air ke areal persawahan.
“Selain itu, salah satu dam tempel irigasi juga abrol, jadi saya minta untuk segera diperbaiki,” ujarnya.
Keluhan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Menurutnya, usulan perbaikan irigasi menjadi salah satu aspirasi yang paling memungkinkan untuk segera ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah untuk saluran irigasi mungkin bisa kita kerjakan di tahun ini. Untuk yang lainnya mungkin tahun depan,” katanya.
Baca juga: Sambung Rasa 2026 Dimulai di Desa Pesu, Bupati Klaten Bawa Layanan Jemput Bola & Serap Aspirasi
Selain persoalan irigasi, warga juga mengusulkan pembangunan gedung PAUD dan bantuan kendaraan operasional pelayanan desa.
Program Sambung Rasa sendiri dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam forum itu, tujuh perwakilan warga dari berbagai unsur, mulai BPD, PKK, petani hingga Karang Taruna diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Bupati menegaskan kehadiran pemerintah di desa bukan hanya membawa bantuan dan layanan, tetapi juga mendengarkan kebutuhan riil masyarakat sebagai dasar penyusunan program pembangunan.
Melalui mekanisme tersebut, usulan yang muncul di tingkat desa dapat langsung dipetakan dan ditindaklanjuti sesuai prioritas kebutuhan masyarakat. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)