Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 269 pelajar dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Abdi Siswa melakukan pelestarian lingkungan dengan menuangkan 270 liter cairan eco enzyme di Kali Sekretaris, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat, Aldi Jansen, menjelaskan bahwa cairan eco enzyme memiliki multimanfaat bagi ekosistem.
"Selain mengurangi bau dan membuat air jernih, eco enzyme ini juga baik untuk disebar ke tanah untuk media tanam," ujar Aldi di Jakarta, Jumat.
Sementara itu, Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi, menyatakan bahwa aksi tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2024 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan, terutama pelestarian sungai. Apalagi, eco enzyme dibuat dari sampah organik, sehingga bisa mengurangi volume sampah," kata Agus.
Dia berharap gerakan ini dapat menjadi stimulus, baik bagi sekolah-sekolah lain maupun bagi seluruh elemen masyarakat di wilayah Kebon Jeruk untuk lebih aktif memilah dan mengolah sampah rumah tangga.Sementara itu,
Ketua Pengurus Yayasan Abdi Siswa, Yusuf Iskandar menambahkan, ratusan liter eco enzyme yang dituangkan tersebut merupakan hasil produksi mandiri para siswa sejak Maret 2026 dan baru dipanen pada akhir Mei 2026.
"Bahan bakunya sisa sampah dapur serta sisa makanan dari rumah dan lingkungan sekolah," kata Yusuf.
Yusuf menambahkan, gerakan peduli lingkungan ini tidak hanya berpusat di Kebon Jeruk. Aksi serupa juga dilakukan secara serentak di dua cabang Sekolah Abdi Siswa lainnya, yaitu di Kompleks Taman Aries (Kembangan, Jakarta Barat) dan Bintaro (Tangerang Selatan), dengan melibatkan total 2.500 siswa.
"Kami berharap kegiatan ini juga bisa mengedukasi siswa tentang menjaga keberlanjutan alam dan memilah sampah sedari dini," ujarnya.





