Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
Siti Fatimah June 05, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi  manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Dari akar yang menahan tanah, daun yang membantu  memperbaiki kualitas udara, hingga batang yang tumbuh menjadi peneduh, pohon memiliki peran  penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Jika satu pohon saja sudah memberikan  manfaat besar, apalagi 29.000 pohon?.

Di tengah tantangan perubahan iklim, gerakan penghijauan  juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk merawat ruang hidup masyarakat, sekaligus  mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 13 tentang  Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan. 

Semangat inilah yang dibawa oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan  plat merah yang selama ini dikenal melalui pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat  prasejahtera.

Melalui program PNM Peduli, kepedulian tersebut diperluas ke aspek lingkungan  lewat gerakan penanaman pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia.

Setiap cabang menanam  minimal 500 bibit pohon sehingga dikalkulasi menjadi 29.000 pohon sebagai ikhtiar sederhana  untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, tempat mereka bekerja,  berusaha, dan membangun harapan bagi keluarga. 

Gerakan ini juga menjadi kelanjutan dari semangat RE3 FOR-E, sebuah kampanye keberlanjutan  yang sebelumnya berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai dari Insan PNM.

Pakaian  tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan buku  bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap akses literasi.

Dari pakaian yang diberi kehidupan  kedua, buku yang membuka ruang belajar, hingga pohon yang ditanam untuk masa depan,  rangkaian ini memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir dalam banyak bentuk. 

Nilai yang sama kemudian diteruskan melalui PNM Mengajar, yang menjangkau 58 SMK dari  Sabang hingga Merauke.

Melalui rangkaian tersebut, pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai  akses modal, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran  untuk menjaga lingkungan.

Sebab pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya  dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari bumi yang tetap dirawat bersama. 

Dari rangkaian tersebut, manfaat yang ingin dihadirkan tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi  tumbuh bersama masyarakat yang merasakannya secara langsung.

Bagi para penerima manfaat,  pohon yang ditanam, pakaian dan buku yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi  bagian dari harapan sederhana: lingkungan yang lebih nyaman, akses pengetahuan yang lebih luas,  dan kehidupan yang perlahan bergerak ke arah yang lebih baik. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.