TRIBUNNEWS.COM - Penampilan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi salah satu sorotan saat skuad Garuda mengalahkan Oman dalam laga FIFA Matchday Juni 2026, Jumat (5/6/2026) malam WIB.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 atas Oman.
Tiga gol kemenangan Garuda dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny (27'), dan Ragnar Oratmangoen (56').
Meski kalah telak, Oman sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-38. Hatem Al Rushadi yang maju sebagai eksekutor berusaha memperkecil ketertinggalan saat Indonesia unggul 2-0.
Namun, Emil Audero tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan penalti tersebut.
Aksi penyelamatan itu langsung disambut gemuruh puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK.
Tak hanya menggagalkan penalti, kiper berusia 29 tahun tersebut juga mencatatkan sejumlah penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Emil tercatat menghalau empat tembakan tepat sasaran dari para pemain Oman dan sukses menjaga gawang Indonesia tetap nirbobol.
Berkat performa impresifnya, Emil Audero dinobatkan sebagai pemain terbaik (man of the match) dalam laga tersebut.
Penampilan Emil tersebut berbanding lurus dengan penampilannya musim ini bersama Cremonese.
Ia tercatat menjadi kiper Serie A 2025/2026 yang paling banyak melakukan penyelamatan sebanyak 125 kali.
Sayangnya, aksi gemilang Emil masih gagal membawa Cremonese tetap bertahan di Serie A musim depan.
Terlepas dari itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman turut menyoroti penyelamatan penalti yang dilakukan Emil saat kalahkan Oman.
Menurutnya, momen tersebut menjadi salah satu kunci yang membantu Indonesia mempertahankan momentum dan mengendalikan jalannya pertandingan.
“Emil memiliki peran besar dengan penyelamatan penalti itu. Kami menguasai pertandingan dan kami ingin terus berkembang. Semoga lebih banyak penggemar datang pada hari Selasa nanti,” ujar Herdman.
Selain memuji penampilan Emil, pelatih asal Inggris tersebut juga mengaku terharu dengan dukungan yang diberikan suporter Garuda sepanjang pertandingan.
Menurut Herdman, atmosfer yang diciptakan para pendukung di SUGBK menjadi pengalaman emosional yang memberikan energi tambahan bagi tim.
“Terima kasih banyak kepada semua suporter. Mereka luar biasa malam ini. Melihat semua suporter berada di stadion membuat saya emosional,” kata Herdman sambil tersenyum.
“Lihat saja semangat negara ini terhadap sepak bola. Kami berharap bisa terus berkembang,” lanjutnya.
Emil Audero Mulyadi adalah kiper profesional Indonesia yang lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997.
Mantan kiper Juventus itu memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Edy Mulyadi, dan darah Italia dari ibunya, Antonella Audero.
Emil menghabiskan sebagian besar masa kecil dan karier sepak bolanya di Italia.
Kiper bertinggi 1,92 meter ini merupakan lulusan akademi Juventus dan pernah membela sejumlah klub Italia seperti Pescara, Venezia, Sampdoria, Inter Milan, Como 1907, serta Palermo.
Ia dikenal sebagai penjaga gawang yang memiliki refleks cepat, kemampuan membaca permainan yang baik, dan pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Italia.
Sebelum membela Indonesia, Emil merupakan langganan tim kelompok umur Italia dari U-15 hingga U-21.
Pada 2025, ia resmi menjadi warga negara Indonesia dan memilih memperkuat Timnas Indonesia di level senior.
Bagi Timnas Indonesia, kehadiran Emil Audero memberikan tambahan kualitas dan pengalaman Eropa di bawah mistar gawang, menjadikannya salah satu penjaga gawang dengan rekam jejak klub paling mentereng yang pernah dimiliki Skuad Garuda
(Tribunnews.com/Ali, Abdul Majid)