Duduk Perkara Keluarga Pasien Ngamuk di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Kronologi hingga Klarifikasi
Faiz Iqbal Maulid June 06, 2026 05:30 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - RSUD dr Agoesdjam Ketapang buka suara soal video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang keluarga pasien meluapkan emosinya di area pelayanan rumah sakit pada Kamis 4 Juni 2026.

Kepala Bidang Pelayanan dan Asuhan Keperawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Yulia Ningsih, menjelaskan bahwa pria yang terekam dalam video tersebut merupakan keluarga pasien, bukan pasien yang sedang menjalani pemeriksaan.

‎Menurut Yulia, sejak awal kedatangan, yang bersangkutan telah diarahkan sesuai alur pelayanan dan masuk dalam kelompok pasien yang akan dilayani pada hari itu.

‎"Keluarga pasien sebetulnya bukan pasiennya. Pada saat awal beliau datang itu sudah kami atur antrean supaya beliau masuk dalam antrean yang kita batasi 10 orang dan sudah bisa masuk untuk dilayani," jelasnya.

‎Ia mengatakan, setelah mengambil nomor antrean, yang bersangkutan kemudian diarahkan menuju loket pelayanan berikutnya sesuai prosedur yang berlaku dalam sistem baru rumah sakit.

‎Namun dalam proses tersebut diduga terjadi kesalahpahaman sehingga yang bersangkutan merasa harus berpindah-pindah lokasi pelayanan.

‎"Kemudian beliau mengambil nomor antrean ke bagian dalam dan diarahkan ke loket berikutnya. Mungkin merasa dipingpong sana-sini dan kondisi beliau saat itu sedang kurang fit, akhirnya terjadi luapan emosi," katanya.

• Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Arisan Bodong di Ketapang, Kerugian Capai Rp489 Juta

‎Yulia mengaku langsung mendekati yang bersangkutan untuk membantu menenangkan situasi. 

‎Setelah suasana kondusif, komunikasi kembali terjalin dan keluarga pasien tersebut kemudian diantar menuju poli tujuan untuk mendapatkan pelayanan.

‎"Sudah bisa komunikasi, kemudian saya antar ke arah poli, saya dudukkan di sana dan diberi minum supaya tenang sambil menunggu untuk dilayani," ujarnya.

RSUD dr Agoesdjam Jelaskan SIMRS

‎Sementara itu, manajemen RSUD dr Agoesdjam Ketapang turut memberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi serta kondisi pelayanan rumah sakit yang saat ini sedang menjalani masa transisi penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

‎Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, drg. Basaria Rajagukguk, mengatakan implementasi SIMRS merupakan bagian dari transformasi pelayanan kesehatan berbasis digital yang sedang dilakukan rumah sakit.

‎"Kami memahami adanya keluhan dan ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian masyarakat. Karena itu kami memohon pengertian masyarakat bahwa implementasi SIMRS ini baru memasuki hari keempat. Tentu masih ada proses penyesuaian, evaluasi, dan perbaikan di berbagai bagian pelayanan," kata Basaria saat di konfirmasi, Jumat 5 Juni 2026. 

‎Menurutnya, digitalisasi pelayanan merupakan langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses administrasi, serta mengurangi potensi kesalahan yang mungkin terjadi pada sistem manual.

‎"Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi. Kami terus melakukan pembenahan agar manfaat sistem ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," ujarnya.

‎Dalam sistem baru tersebut, pasien diarahkan menggunakan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang terhubung langsung dengan SIMRS.

‎Melalui sistem ini, proses pendaftaran, antrean, rekam medis hingga pelayanan penunjang dilakukan dalam satu jaringan informasi yang saling terhubung.

• Bupati Ketapang Pimpin Ritual Adat Buka Portal Damai di Jelai Hulu

Keluarga Pasien Minta Maaf

‎Seiring viralnya video tersebut, pihak keluarga pasien yang terekam dalam video, berinisial ME, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

‎Dalam video pernyataannya, ME mengakui situasi tersebut terjadi karena kesalahpahaman yang membuat dirinya terbawa emosi saat berada di rumah sakit.

‎"Dengan kejadian pada tanggal 4 Juni 2026, yang mana saya telah melakukan kesalahan dan kesalahpahaman, yang mana saya terbawa emosi," ujar ME, Jumat 5 Juni 2026. 

‎Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak RSUD dr. Agoesdjam Ketapang serta masyarakat Kabupaten Ketapang atas tindakannya yang sempat menjadi perhatian publik.

‎"Dengan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Rumah Sakit Agoesdjam dan kepada warga masyarakat Kabupaten Ketapang," katanya.

‎Selain itu, ME meminta pihak yang merekam dan menyebarkan video tersebut untuk menghapus unggahan yang telah beredar di media sosial.

Profil RSUD dr Agoesdjam Ketapang

Didirikan: 16 Juli 1984 (izin pendirian No. 44/1164/KESRA)

Alamat: Jl. DI Panjaitan No. 51, Sampit, Delta Pawan, Ketapang, Kalbar

Telepon: 0534-3037239 / 081347413936

Email: rsud-dragoesdjam@ketapangkab.go.id

Status: BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)

Kelas RS: C

Direktur: drg. Basaria Rajagukguk, M.Sos

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.