Kylian Mbappe disebut-sebut berpeluang tampil di Premier League suatu hari nanti, dengan Louis Saha mengungkapkan kepada GOAL alasan mengapa Manchester United bisa menjadi “tujuan yang baik” bagi rekan senegaranya itu. Penyerang pemenang Piala Dunia tersebut saat ini memperkuat raksasa La Liga, Real Madrid, namun bursa transfer mendatang bisa membuka jalan baginya untuk berkarier di Inggris.
Catatan Mbappe di Real Madrid: Gol dan durasi kontrak
Pada usia 27 tahun, Mbappe akan segera dihadapkan pada keputusan penting mengenai apakah ia ingin mencari tantangan baru di liga yang belum pernah ia mainkan sebelumnya. Ia masih terikat kontrak di Santiago Bernabeu hingga musim panas 2029.
Pertanyaan mulai muncul apakah kontrak tersebut akan dijalankan sepenuhnya, meski ia telah mencetak 86 gol dalam 103 penampilan untuk Los Blancos. Ada pula kabar yang menyebut bahwa Mbappe kurang mendapatkan dukungan penuh dari lingkungannya di ibu kota Spanyol.
Meski demikian, Mbappe tetap dikenal sebagai pemecah rekor — pencetak gol terbanyak sepanjang masa Paris Saint-Germain dan calon penerima status serupa di tim nasional Prancis — yang akan disambut hangat oleh hampir setiap klub besar di dunia.
Kemungkinan pindah ke Man Utd: Akankah Mbappe bermain di Premier League?
Mengingat hal itu, dan dengan rumor masa lalu yang sempat mengaitkannya dengan Arsenal — yang akan memberinya kesempatan mengikuti jejak legenda senegaranya Thierry Henry — mungkinkah kepindahan ke Premier League benar-benar terwujud?
Saat ditanya apakah ia melihat Mbappe akan melakukan langkah itu dan ke mana tujuan akhirnya, mantan striker Manchester United, Saha — dalam wawancara eksklusif dengan GOAL bersama Unibet World Cup odds — mengatakan: “Ya, saya sangat berharap demikian. Saya ingin sekali melihatnya bermain di Premier League.
“Saya pikir setelah merasakan La Liga, ia telah tampil luar biasa. Mengapa tidak mencoba Premier League? Karena ia tahu liga ini adalah salah satu tempat terbaik untuk menunjukkan kemampuan.”
“Tidak banyak klub yang mampu menarik Kylian Mbappe. Saya rasa Manchester City sudah memiliki salah satu penyerang terbaik [Erling Haaland], jadi menurut saya Manchester United bisa menjadi tujuan yang bagus bagi Mbappe.”
Persaingan Sepatu Emas: Mbappe vs Kane dalam Perebutan Top Skor Piala Dunia
Untuk saat ini, urusan klub tidak menjadi prioritas Mbappe. Ia sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi turnamen besar berikutnya, bertekad untuk kembali meraih kejayaan Piala Dunia — setelah menjuarainya sebagai remaja pada 2018 dan mencetak hat-trick di final 2022 sebelum akhirnya kalah dari Lionel Messi dan Argentina lewat adu penalti.
Timnas Prancis kembali difavoritkan tampil kuat di tanah Amerika Utara, dengan sang kapten karismatik memimpin langsung dari lini depan. Jika Les Bleus kembali melaju jauh, Mbappe berpeluang besar menambah koleksi golnya.
Ia meraih Sepatu Emas di Qatar dan kini membidik prestasi bersejarah untuk menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan tersebut dua kali. Namun, persaingan untuk gelar top skor dipastikan akan sangat ketat.
Saat ditanya apakah Mbappe bisa mengalahkan striker Inggris Harry Kane — peraih Sepatu Emas di masa lalu — untuk penghargaan individu bergengsi itu, Saha menjawab: “Wah, itu pertanyaan sulit. Saya rasa Kylian selalu menjadi pemain utama dalam urusan seperti ini, karena ia mampu mencetak gol sendiri, bahkan mencetak tiga gol di final Piala Dunia tanpa perlu bantuan.”
“Jadi, jujur saja, saya pikir Kylian masih menjadi sosok utama. Harry Kane masih membutuhkan sosok nomor 10 di belakangnya untuk menciptakan peluang dan kreativitas. Terkadang saya kurang yakin dengan tim Inggris di turnamen besar, meski Kane adalah pemain yang bisa mencetak 60 gol dalam semusim.”
“Namun dalam turnamen seperti Piala Dunia, formatnya sangat unik — panjang, dengan banyak perjalanan. Saya pikir Kylian sangat cocok dengan format seperti itu, dan ia akan memenangkan Sepatu Emas.”
Mbappe akan bekerja sama dengan Mourinho di Madrid setelah Piala Dunia 2026
Prancis dijadwalkan memainkan laga uji coba terakhir melawan Irlandia Utara pada Senin sebelum memulai kampanye Grup I Piala Dunia melawan Senegal pada 16 Juni. Setelah itu, mereka akan menghadapi Irak dan Norwegia dalam grup yang sudah dijuluki sebagai ‘Grup Neraka’.
Reputasi Mbappe bisa meningkat lebih jauh dalam beberapa minggu mendatang. Ia tampaknya akan bekerja sama dengan Jose Mourinho di level klub musim depan, seiring kembalinya pelatih berjuluk ‘The Special One’ ke Madrid untuk masa jabatan keduanya sebagai pelatih kepala. Namun, apakah Mbappe akan tampil di Premier League di masa depan masih menjadi tanda tanya besar.