Teliti Khasiat Lintah untuk Atasi Jerawat, Mahasiswa UMB Raih Pendanaan Kemendiktisaintek
Hari Widodo June 06, 2026 09:04 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Siapa sangka, hewan yang selama ini lebih dikenal dalam terapi tradisional justru menjadi inspirasi lahirnya sebuah penelitian untuk mengatasi jerawat.

Di tangan sekelompok mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), saliva (liur) lintah diteliti sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi menjadi antibakteri alami bagi bakteri penyebab jerawat.

Gagasan yang terbilang tidak biasa itu mengantarkan tim mahasiswa Farmasi UMB meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Melalui penelitian berjudul “Eksplorasi dan Karakterisasu Senyawa Bioaktif Saliva Lintah (Hirudinaria manillensis) serta Pengujian Nanoemulgel sebagai Antibakteri Cutibacterium acnes”, mereka berupaya mengungkap potensi yang selama ini tersembunyi dalam saliva lintah.

Baca juga: Melihat Aneka Minyak Gosok Khas Kalimantan Di CBS Martapura, Ada Minyak Lintah hingga Bubut

Ketua tim, Vera Izzatul Oktaviani mengatakan, ide penelitian tersebut mulanya lahir dari diskusi mengenai tingginya kasus jerawat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Di tengah banyaknya penelitian yang memanfaatkan bahan alam, timnya lebih tertarik melirik sesuatu yang belum banyak dieksplorasi.

“Dari sekian banyak bahan alam, kami memilih saliva lintah, karena memiliki kandungan bioaktif yang unik dan belum banyak dikembangkan sebagai terapi jerawat. Nah justru karena masih jarang diteliti, kami melihat peluang besar untuk menghasilkan inovasi baru yang memiliki nilai ilmiah dan manfaat kesehatan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Ketertarikan itu kemudian membawa tim menyelami berbagai literatur ilmiah.

Dari hasil kajian tersebut, mereka menemukan bahwa saliva lintah mengandung sejumlah biomolekul aktif yang berpotensi memberikan efek biologis tertentu.

Potensi itulah yang kemudian ingin mereka uji terhadap Cutibacterium acnes, bakteri yang berperan dalam munculnya jerawat.

Tak hanya mengekplorasi kandungan saliva lintah, tim juga mengombinasikannya dengan teknologi nanoemulgel. Teknologi ini dipilih untuk membantu penghantaran senyawa aktif agar bekerja lebih optimal pada kulit.

Meski demikian, perjalanan menuju pendanaan nasional itu diakui tidak berlangsung mudah. Menyusun penelitian dengan objek yang tidak lazim membutuhkan usaha lebih besar untuk meyakinkan penilai bahwa gagasan tersebut memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Menurut Vera, tantangan terbesar berada pada tahap penyusunan proposal. Tim harus berulang kali memperkuat konsep penelitian, menelaah berbagai referensi, serta memastikan ide yang diusulkan memiliki unsur kebaruan sekaligus realistis untuk dilaksanakan.

“Banyak waktu yang kami habiskan untuk memperkuat dasar ilmiah penelitian ini. Kami harus memastikan bahwa ide yang kami ajukan tidak hanya unik, tapi juga realistis untuk dilaksanakan dan memiliki potensi memberikan kontribusi nyata,” katanya.

Namun, kerja keras itu akhirnya terbayar ketika kabar kelolosan pendanaan diumumkan. Rasa syukur, haru, dan bangga bercampur menjadi satu bagi seluruh anggota tim.

“Kami sangat bersyukur karena usaha panjang yang kami lakukan akhirnya membuahkan hasil. Pendanaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk membuktikan bahwa penelitian yang kami usulkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat,” tutur Vera.

Baca juga: Menikmati Khasiat Kelapa Bakar Desa Rantauan HSU, Lisna Bahagia Kuliahkan si Sulung Hingga Lulus

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat peran dosen pendamping Najwi Hasani, yang mendampingi proses penyusunan proposal hingga lolos seleksi nasional.

Menurut dia, penelitian ini memiliki nilai lebih karena berani mengangkat objek yang belum umum digunakan dalam penelitian kesehatan kulit.

Menurut Najwi, saliva lintah menyimpan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam bidang farmasi. Meski demikian, potensi tersebut masih memerlukan serangkaian penelitian lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.