Duduk Perkara Keributan di KRL Green Line, Penumpang Mengaku Dijambak, KAI Commuter Buka Suara
Sinta Darmastri June 06, 2026 10:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Insiden perselisihan hebat antarpenumpang kembali mewarnai perjalanan KRL Green Line rute Rangkasbitung-Tanah Abang. Menanggapi kejadian tersebut, pihak KAI Commuter dengan tegas menepis tudingan yang menyebut bahwa petugas keamanan di lapangan sengaja melepas dan membiarkan pelaku kekerasan melenggang pergi begitu saja.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa personelnya di stasiun sebenarnya sudah bergerak cepat untuk mengamankan kedua belah pihak, baik korban maupun terduga pelaku.

"Petugas kami sudah mengupayakan untuk mengamankan kedua penumpang ke Pos Pengamanan Stasiun guna permintaan keterangan lebih lanjut," ujar Karina saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Sayangnya, prosedur pengamanan tersebut urung terlaksana. Menurut Karina, baik korban maupun pelaku sama-sama menolak saat diarahkan oleh petugas. Alih-alih menyelesaikan masalah di pos keamanan, keduanya justru memilih untuk langsung pergi dan melanjutkan perjalanan masing-masing.

Baca juga: Mengapa Sopir Taksi Green SM Bebas dari Penahanan Usai Tabrakan KRL di Bekasi? Ini Penjelasan Polisi

Detik-detik Aksi Kekerasan di Gerbong Khusus Wanita

Kasus ini mencuat setelah seorang pengguna KRL bernama Valiexia membagikan pengalaman pahitnya yang mengaku telah diinjak hingga dijambak oleh sesama penumpang perempuan.

Pengalaman tidak menyenangkan itu bermula pada Rabu (3/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Valiexia naik dari Stasiun Palmerah dan masuk ke dalam gerbong khusus wanita yang tengah disesaki oleh para pelaju di jam sibuk keberangkatan kerja.

Begitu kereta mulai melaju, suasana di dalam gerbong mendadak tidak nyaman bagi Valiexia. Seorang penumpang perempuan tak dikenal yang berdiri dekat dengannya mulai melakukan tindakan fisik yang mengganggu. Valiexia mengaku kakinya diinjak berulang kali, bahkan tubuhnya sengaja ditusuk-tusuk menggunakan jari tangan.

Meskipun merasa terganggu, Valiexia awalnya memilih mengalah dan mencoba membatasi jarak menggunakan tas bawaannya. Namun, respons dari penumpang tersebut justru semakin agresif.

"Eh dia malah tarik tas saya ke bawah gitu trus lakuiin hal yang sama lagi," imbuh dia.

Valiexia sempat mencoba bertanya baik-baik mengenai alasan di balik tindakan kasar itu, tetapi tidak mendapatkan respons. Karena perilakunya semakin keterlaluan, Valiexia akhirnya menegur perempuan tersebut dengan nada tegas. Sayangnya, teguran itu justru memicu jawaban ketus.

"Saya suruh dia naikin tangannya. Dia malah jawab gini 'suka gua tangannya mau di mana'," kata dia.

Baca juga: Babak Baru Pasca-Tragedi Kecelakaan Argo Bromo vs KRL, Cerita di Balik Kepulangan Pasien ke Rumah

Berlanjut hingga Baku Hantam di Stasiun Tanah Abang

Ketegangan di antara keduanya terus memuncak sepanjang perjalanan dan baru benar-benar pecah saat KRL merapat di Stasiun Tanah Abang. Ketika hendak melangkah keluar dari pintu gerbong, Valiexia kembali mendapat serangan fisik berupa injakan dan jambakan di rambutnya.

Melihat situasi yang sudah mengarah ke kekerasan fisik, Valiexia berteriak meminta pertolongan kepada petugas keamanan (walkot) yang berjaga di area peron. Namun, sebelum petugas sempat mendekat, pelaku dilaporkan kembali menarik rambut korban dengan kasar.

Petugas stasiun yang sigap langsung menerobos kerumunan untuk melerai dan memisahkan kedua wanita yang tengah berselisih tersebut. Meski dilerai, Valiexia menyayangkan sikap petugas yang dinilainya tidak menahan pelaku hari itu, sebelum akhirnya pihak KAI Commuter mengklarifikasi bahwa kedua belah pihaklah yang menolak untuk dibawa ke pos pengamanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.