TRIBUNSTYLE.COM – Jawa Barat memiliki beragam destinasi kuliner menarik yang bisa dijelajahi, termasuk di sekitar Stasiun Bandung. Kawasan ini menjadi salah satu titik favorit wisatawan karena tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga menawarkan banyak pilihan tempat makan dengan cita rasa khas.
Bagi penumpang kereta yang baru tiba atau wisatawan yang ingin mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, area sekitar Stasiun Bandung menyediakan berbagai kuliner yang menggugah selera. Mulai dari masakan Sunda, sate kambing legendaris, hingga hidangan khas Bandung yang sudah dikenal sejak lama.
Selain lokasinya yang strategis, tempat-tempat makan ini juga menawarkan harga yang relatif beragam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran wisatawan.
Berikut rekomendasi tempat makan siang dekat Stasiun Bandung yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Kota Kembang.
Warung Nasi Ampera Kebon Kawung menjadi salah satu rumah makan Sunda yang cukup populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan. Lokasinya yang berada tidak jauh dari Stasiun Bandung membuat tempat ini sering menjadi tujuan untuk makan siang.
Pengunjung dapat memilih sendiri berbagai lauk yang tersedia melalui konsep prasmanan. Aneka menu seperti ayam goreng, empal, tahu, tempe, sambal, hingga lalapan segar siap menemani santapan siang.
Dengan pilihan menu yang lengkap dan proses penyajian yang cepat, tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga maupun rombongan.
Bagi pencinta kuliner tradisional, Lotek Mahmud menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Tempat makan ini dikenal berkat sajian lotek dan gado-gado yang telah lama menjadi favorit masyarakat Bandung.
Keistimewaannya terletak pada bumbu kacang yang diolah secara langsung sehingga menghasilkan rasa yang lebih segar dan kaya cita rasa. Perpaduan sayuran segar dengan bumbu kacang yang gurih menjadikan menu di sini cocok untuk makan siang yang ringan namun mengenyangkan.
Lokasinya yang relatif dekat dari Stasiun Bandung membuat Lotek Mahmud mudah dijangkau oleh wisatawan.
Nama Sate Hadori sudah tidak asing lagi bagi pencinta kuliner legendaris Bandung. Tempat makan ini telah berdiri selama puluhan tahun dan tetap menjadi favorit hingga sekarang.
Menu andalannya berupa sate kambing dengan tekstur daging yang empuk dan bumbu kecap khas yang meresap sempurna. Selain sate, tersedia pula gulai dan sup kambing yang cocok disantap saat siang maupun malam hari.
Karena berada di area Terminal Stasiun Hall, tempat ini kerap menjadi pilihan penumpang kereta yang ingin menikmati hidangan lezat tanpa harus pergi jauh dari stasiun.
Lontong Kari Kebon Karet merupakan salah satu kuliner legendaris yang masih mempertahankan cita rasa khasnya hingga kini. Tempat makan ini terkenal dengan sajian lontong kari berkuah kental yang kaya rempah.
Perpaduan kuah gurih dan lontong yang lembut membuat menu ini banyak diburu wisatawan maupun warga lokal. Selain rasanya yang konsisten, harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan mengapa tempat ini selalu ramai pengunjung.
Tak heran jika Lontong Kari Kebon Karet menjadi salah satu tujuan kuliner wajib saat berada di sekitar Stasiun Bandung.
Jika ingin menikmati kuliner khas Bandung yang hangat dan mengenyangkan, Tjuankie Stasion bisa menjadi pilihan. Tempat makan ini dikenal dengan sajian bakso dan cuanki yang telah memiliki banyak penggemar.
Kuahnya yang gurih dipadukan dengan isian cuanki yang lengkap membuat menu di sini cocok disantap sebelum atau sesudah perjalanan. Selain rasanya yang khas, lokasinya yang dekat dengan Stasiun Bandung juga menjadi nilai tambah bagi wisatawan.
Dengan harga yang cukup ramah di kantong, Tjuankie Stasion menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di kawasan tersebut.
Itulah lima rekomendasi tempat makan siang dekat Stasiun Bandung di Provinsi Jawa Barat yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Kota Bandung. Selain menawarkan cita rasa yang lezat, lokasi yang strategis membuat tempat-tempat ini cocok disinggahi sebelum melanjutkan perjalanan atau menjelajahi berbagai destinasi wisata di Bandung.
(Tribun Style / Tribun Travel / Muhammad Yurokha May)