TRIBUNNEWSMAKER.COM - Isu pergantian Menteri Keuangan mendadak mengguncang ruang publik di tengah tekanan berat yang sedang dihadapi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Pada Kamis (4/6/2026), media sosial ramai dibanjiri berbagai unggahan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto akan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Kabar tersebut menyebar begitu cepat dan memicu spekulasi luas di kalangan pelaku pasar, pengamat ekonomi, hingga masyarakat umum yang mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Situasi menjadi semakin panas karena isu itu muncul bertepatan dengan pelemahan rupiah yang terus menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah unggahan di media sosial bahkan secara terang-terangan mempertanyakan nasib posisi Purbaya di kabinet dan mengaitkannya dengan kondisi ekonomi terkini.
"ini serius menkeu Purbaya mau diganti sama Chatib Basri???? Lebih baik, sama atau bahkan lebih buruk guys?" tulis salah satu akun yang ikut menyebarkan spekulasi tersebut.
Unggahan lain juga memperkuat rumor yang beredar dengan menuliskan, "Jadi Pak Purbaya diganti Chatib Basri udah official nih?"
Tak berhenti di situ, narasi serupa kembali muncul dengan kalimat yang lebih heboh, yakni "PURBAYA MAU DICOPOT GENGSSS. GANTI NTAA CHATIB BASRI".
Deretan unggahan tersebut membuat suasana semakin riuh dan memunculkan berbagai asumsi yang belum tentu sesuai fakta.
Pada saat bersamaan, data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka melemah di level Rp18.017 per dolar AS pada Jumat (5/6/2026), menambah kekhawatiran sebagian masyarakat.
Namun di tengah derasnya rumor yang berkembang, pemerintah akhirnya memberikan penjelasan resmi untuk meredam spekulasi yang terus meluas.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum memiliki rencana untuk mengganti Purbaya dari kursi Menteri Keuangan.
"Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh Beliau. Tidak ada, tidak ada rencana pergantian," kata dia.
Baca juga: Biaya Kunjungan Luar Negeri Prabowo Dikritik Bisa Capai Ratusan Miliar, Menkeu Purbaya: Boleh Nombok
Prasetyo juga memastikan bahwa tidak ada agenda khusus di lingkungan Istana yang membahas pergantian Menteri Keuangan sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa sendiri turut membantah keras kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri ataupun dicopot dari jabatannya.
Melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, ia memberikan respons singkat namun tegas terhadap isu yang beredar luas tersebut.
"Tidak benar (isu pengunduran diri). Tidak hari ini (berikan pernyataan soal isu penguduran diri)," ucapnya.
Pernyataan dari pemerintah dan Purbaya itu menjadi penegasan bahwa rumor pergantian Menteri Keuangan yang sempat mengguncang ruang publik belum memiliki dasar yang benar.
Meski demikian, kemunculan isu tersebut menunjukkan betapa sensitifnya kondisi pasar dan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan ekonomi di tengah gejolaknya nilai tukar rupiah.
Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi yang berkembang, publik kini menanti langkah-langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meredam berbagai rumor yang berpotensi memicu kepanikan di masyarakat.
Anak Purbaya, Yudo Sadewa mengomentari isu pencopotan sang ayah sebagai Menteri Keuangan.
Menurut Yudo, isu tersebut sengaja dibuat demi menyebar ketakutan dan menurunkan harga saham.
Baca juga: Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Tolak Gelar Rapat Darurat, Percayakan pada BI: Semua Kendali Mereka
"Biasa biar tebar fear dan mereka bisa beli murah," tulis Yudo dikutip TribunJakarta.com dari Instagramnya, pada Jumat (5/6/2026).
Setelah mengungkapkan hal tersebut, Yudo mengaku akun Instagramnnya langsung diserang oleh buzzer.
Ia lalu menyampaikan komentar bernada satire.
"Akun gue diserang akun fake tolong, kalau ada bapak kenapa? Gak bisa kebagian jatah korupsi ya, takut dicepu ya? Kalau kebagian jatah duit juga diem buzzer ini," tulis Yudo.
Di akhir pernyataannya, Yudo menyebut sebagian besar pejabat merupakan koruptor.
Ia kemudian menyindir budaya menyontek di kalangan pelajar yang masih lestari hingga sekarang.
"Pegang statement gue '80 persen pejabat itu korupsi semua' Kalau lo mau berantas nanti hilang semua, upps," tulis Yudo.
"Tapi ini sudah menjadi budaya yang susah hilang di Indonesia, enggak percaya? cek temen lo pasti ada yang nyonyek," imbuhnya.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunJakarta)