TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim persoalan pulau sampah yang sempat muncul di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, telah berhasil ditangani.
Pramono bilang, penanganan dilakukan melalui pengerukan yang dikerjakan selama tiga hari berturut-turut hingga kondisi di lokasi kembali normal.
Pramono menjelaskan, tumpukan sampah yang membentuk semacam pulau di Muara Angke terjadi akibat sedimentasi yang menumpuk di kawasan tersebut.
Karena itu, Pemprov DKI langsung mengerahkan petugas untuk melakukan pengerukan.
“Yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi, sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan,” ucapnya dikutip Sabtu (6/6/2026).
Pramono lantas meminta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi untuk segera menampilkan hasil penanganan kepada masyarakat.
Menurut dia, visualisasi kondisi sebelum dan sesudah pengerukan perlu diperlihatkan agar publik mengetahui langkah yang telah dilakukan pemerintah.
“Jadi nanti saya minta untuk ditampilkan apa visualisasinya supaya Bu Dewi tolong ditampilkan visualisasinya,” ucapnya.
Penanganan pulau sampah di Muara Angke dilakukan di tengah upaya Pemprov DKI memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta.
Selain mengandalkan pengangkutan ke TPST Bantargebang, Pemprov DKI saat ini juga mendorong berbagai program pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk pemilahan sampah dan pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Dengan rampungnya pengerukan tersebut, Pemprov DKI berharap aktivitas masyarakat dan nelayan di kawasan Muara Angke tidak lagi terganggu oleh tumpukan sampah maupun sedimentasi yang terjadi di perairan setempat.
Baca juga: DPRD DKI Minta Pemerintah Pusat Lebih Progresif Bantu Atasi Sampah Jakarta
Baca juga: Komisi D DPRD DKI Jakarta Singgung Isu Krisis Lahan Makam dan Darurat Sampah di RKPD 2027
Baca juga: Kenneth DPRD DKI: Jakarta Harus Bertransformasi dari Kota Buang Sampah Menuju Fokus Pengolahan