Bocah 11 Tahun di Sragen Ditemukan Tewas Penuh Luka di Dalam Rumah
Muliadi Gani June 06, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, SRAGEN – Warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad seorang bocah perempuan berinisial B (11) di dalam rumahnya pada Jumat (5/6/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuhnya dan diduga menjadi korban tindak kekerasan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Dewi, saat pulang bekerja dari sebuah pabrik sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat memasuki rumah, Dewi mendapati putri semata wayangnya telah tergeletak tak bernyawa di dalam kamar dengan kondisi luka parah pada bagian wajah dan tubuh.

Peristiwa tersebut sontak membuat sang ibu histeris hingga menarik perhatian warga sekitar.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan dirinya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga terkait dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Ibunya sudah histeris. Saat saya masuk ke rumah, kondisi korban sudah meninggal dunia dengan sejumlah luka.

Banyak bekas bacokan, muka sama sini (tangan) dan sudah kering (lukanya). 

Di dalam rumah juga terlihat bekas telapak kaki di lantai,” ujar Aris saat memberikan keterangan dikutip Kompas.com, Jumat malam.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

Baca juga: Kasus KDRT Tewaskan Bocah 4 Tahun di Kediri, Sepupu Korban Jadi Tersangka dan Ditahan

Menurut Aris, korban ditemukan di area kamar tidur.

Saat kejadian berlangsung, korban diduga berada seorang diri di rumah karena kedua orang tuanya sedang bekerja.

Lingkungan sekitar rumah juga relatif sepi pada siang hingga sore hari karena sebagian besar warga beraktivitas di luar rumah.

Korban diketahui merupakan anak tunggal dari pernikahan Dewi dengan suami pertamanya yang telah meninggal dunia.

Beberapa waktu lalu, Dewi menikah kembali dengan seorang pria bernama Sukardi yang kini menjadi ayah sambung korban.

Aris juga mengungkapkan bahwa keluarga tersebut baru sekitar tiga bulan menempati rumah yang berada di lokasi kejadian.

Rumah tersebut diketahui merupakan milik Sukardi yang baru dibeli dan ditempati bersama keluarga.

Selain kematian korban, terdapat fakta lain yang turut menjadi perhatian penyidik.

Saat dimintai konfirmasi mengenai apakah ada barang-barang berharga di dalam rumah korban yang ikut raib bersamaan dengan kejadian tragis ini, Aris membeberkan satu fakta penting. 

Satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik keluarga dilaporkan tidak berada di lokasi dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Sepeda motor Vario biru milik keluarga rain dan tidak ditemukan hingga saat ini masih dicari keberadaannya,” kata Aris.

Hingga kini, jajaran kepolisian dari Polres Sragen masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan motif di balik peristiwa tragis tersebut, termasuk dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara motif utama di balik aksi keji ini masih didalami secara intensif.

Baca juga: Tak Puas Pembagian Hasil Kopi, Menantu di Empat Lawang Bunuh Ibu Mertua dan Buang Jasad ke Sungai

Baca juga: Bocah 10 Tahun Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Batu Putih Meulaboh Ditemukan Meninggal

Baca juga: Tim Damkar Lhokseumawe Tangkap Ular Kobra dan Piton di Rumah Warga

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.