Keluhan Batuk-Pilek Jemaah Haji Asal Tanggamus Masih Terkendali, Terus Dipantau Petugas
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 06, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tanggamus  – Sebagian jemaah haji asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung mengeluhkan batuk hingga pilek. Keluhan tersebut masih terkendali. Keluarga tidak perlu khawatir karena terus dipantau petugas kesehatan kloter.

Baca juga: Terbagi 2 Kloter, Jemaah Haji Tanggamus Lampung Berangkat 7 Mei dan 17 Mei

Kasi Bina Haji dan Umrah sekaligus Pelayanan Haji Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Novaria Rohmawati memastikan kondisi jemaah asal Tanggamus secara umum baik.

Hal itu terjadi walau para jemaah mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat selama fase Armuzna.

Jemaah haji asal Tanggamus saat ini berada dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan berbagai rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah jemaah haji Tanggamus sehat dan kuat. Memang ada rasa lelah setelah pelaksanaan puncak haji, namun secara umum jemaah dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan baik," kata Nova kepada Tribun Lampung, Sabtu (6/5/2026).

Ditambahkan Novaria, keluhan batuk dan pilek yang dialami sebagian jemaah masih terkendali dan terus dipantau oleh petugas kesehatan kloter.

“Keluhan batuk dan pilek ada, tetapi masih terkendali. Secara umum kondisi jemaah baik,” katanya.

Meski demikian, terdapat seorang jemaah asal Tanggamus atas nama Khotijah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. 

Aktivitas Jemaah Saat Ini

Sebagian jemaah bahkan langsung melaksanakan tawaf ifadlah setibanya kembali di Makkah. Hal tersebut dilakukan untuk segera menyelesaikan salah satu rukun haji sebelum memasuki agenda ibadah lainnya.

Novaria menjelaskan, aktivitas jemaah saat ini tidak hanya berfokus pada penyelesaian rangkaian haji wajib, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan ibadah dan ziarah. 

Jemaah melaksanakan salat berjamaah di musala hotel maupun di Masjidil Haram, menjalankan umrah sunah, serta mengikuti city tour ke sejumlah lokasi bersejarah Islam.

“Beberapa jemaah mengikuti city tour ke Thaif, Museum Wahyu dan sejumlah lokasi bersejarah lainnya sambil menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia,”ujarnya.

Pelaksanaan Lontar Jumrah

Novaria mengungkap pelaksanaan lontar jumrah oleh jemaah Tanggamus dapat berjalan dengan baik. 

Bagi jemaah yang mengalami kendala fisik, pelaksanaan lontar jumrah dibantu melalui mekanisme badal oleh ketua regu dan ketua rombongan.

Sedangkan untuk pelaksanaan tawaf ifadlah, petugas melakukan pengaturan secara bertahap agar jemaah tetap nyaman dan aman. 

Sejumlah jemaah lanjut usia maupun berisiko tinggi juga mendapat bantuan kursi roda melalui koordinasi dengan petugas layanan di lapangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu dan petugas layanan di Arab Saudi. Alhamdulillah koordinasi berjalan cukup sinergis sehingga berbagai kebutuhan jemaah dapat terlayani,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasional bus shalawat yang mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram baru dimulai pada 15 Zulhijah. 

Karena itu, sebagian jemaah yang ingin segera melaksanakan tawaf ifadlah memilih berjalan kaki atau menggunakan taksi menuju Masjidil Haram.

Jadwal Kepulangan Jemaah Asal Tanggamus

Mengenai jadwal kepulangan, jemaah haji asal Tanggamus tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter JKG 19 dan Kloter JKG 31.

Jemaah Tanggamus yang tergabung dalam Kloter JKG 19 bersama jamaah asal Pesawaran dan Pesisir Barat dijadwalkan berangkat dari Madinah pada 17 Juni 2026 pukul 06.40 Waktu Arab Saudi (WAS). 

Jemaah diperkirakan tiba di Indonesia pada 17 Juni 2026 pukul 20.20 WIB, kemudian mendarat di Bandara Radin Inten II Lampung pada 18 Juni 2026 pukul 01.50 WIB dan tiba di Asrama Haji Rajabasa pukul 02.50 WIB.

Sementara jemaah Tanggamus yang tergabung dalam Kloter JKG 31 bersama jemaah asal Lampung Timur, Pringsewu, Bandar Lampung, Pesawaran dan Tulang Bawang dijadwalkan berangkat dari Madinah pada 28 Juni 2026 pukul 18.00 WAS. 

Jemaah diperkirakan tiba di Indonesia pada 29 Juni 2026 pukul 10.40 WIB, kemudian tiba di Bandara Radin Inten II pukul 16.10 WIB dan selanjutnya tiba di Asrama Haji Rajabasa pukul 17.10 WIB.

Nova mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami mengimbau keluarga jemaah untuk tetap tenang, tawakal, dan memantau perkembangan jemaah melalui informasi resmi dari Kementerian Agama maupun petugas haji yang bertugas di Tanah Suci. Insya Allah seluruh jemaah yang saat ini masih menjalani rangkaian ibadah diberikan kesehatan dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.