TRIBUNSUMSEL.COM - Presenter Ruben Onsu tampaknya tidak habis pikir dengan pernyataan yang disampaikan pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya di tengah konflik hak asuh anak.
Hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, belakangan kembali memanas.
Kali ini, Ruben Onsu melayangkan sindiran tajam kepada kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, yang kedapatan menyebut dirinya dengan istilah "mantan ayah".
Bagi Ruben, panggilan tersebut sangat tidak etis karena tidak ada istilah "mantan" bagi orang tua kandung.
Baca juga: Pihak Ruben Onsu Respons Video Permintaan Maaf Sarwendah, Tidak Ada Permintaan Maaf untuk Ruben
Pernyataan kontroversial itu terlontar dari mulut Chris Sam Siwu saat melakukan panggilan video bersama awak media pada Kamis (4/6/2026).
Saat itu, Chris tengah pasang badan membela kliennya yang dituding sengaja melakukan framing demi mendapatkan uang dari Ruben pasca-bercerai.
"Jangan lagi di-framing klien kami ini butuh uang karena distop (nafkah Rp200 juta per bulan), tidak. Klien kami ini dari sebelum perceraian sudah menjadi wanita yang mandiri secara finansial, tidak lagi bergantung," tegas Chris.
Namun, kalimat selanjutnya justru memicu polemik ketika Chris membahas perihal kewajiban nafkah anak.
"Tetapi apabila ada kewajiban dari 'mantan ayah' yang memang secara undang-undang sudah diatur, secara kesepakatan sudah diatur, tetapi tidak dijalankan, salah tidak?" tambahnya.
Sahabat Ivan Gunawan ini langsung mengunggah potongan video Chris ke akun Instagram pribadinya pada Jumat (5/6/2026).
Dalam keterangan unggahannya, Ruben memberikan sindiran menohok yang mempertanyakan kapasitas sang pengacara.
"Saya kira status ayah itu seumur hidup, ternyata menurut teori baru bisa expired juga.
Mohon izin pak lawyer diluruskan, nggak ada istilah MANTAN AYAH," tulis Ruben Onsu dengan nada menyindir.
Baca juga: Disindir Eks Adik Ipar hingga Didoakan Mati, Ruben Onsu Skakmat Wendy Adik Sarwendah: Sadis Sekali
Sontak, unggahan Ruben langsung diserbu netizen. Banyak warganet yang ikut geleng-geleng kepala dan menilai pernyataan kuasa hukum Sarwendah tersebut sebagai sebuah kekeliruan besar.
"Pengacaranya sama klien sama," kata Yuliantiandani.
"Seumur hidup baru pertama kali denger istilah "mantan ayah" dan itu keluar dari mulut seorang pengacara," ujar akun R_octav.
"Kurang ilmu ini pengacara," ujar Indiraukips.
"Ayah @ruben_onsu kamu ayah yg terbaik. Yg memperjuangkan hak nya. Untuk anak2 nya," kata Candrairawan95.
"Ini pengacara udh ada sm udh punya anak blm? Ya, d mana", walaupun nnt menikah smpe meninggal orang tuany pun, ikatan batin Ayah ke Anak, sebaliknya, ga akan bisa luntur, ga bisa diganti, walaupun andai sm" punya pasangan, tetep yg status Ayah Bundany, g bakal berubah, astaga ya Allah ngopi dulu pak, biar gak bingung," ujar taniarahmadantiwaluyoo.
Seperti diketahui, perseteruan ini menjadi babak baru dari konflik pasca-perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah.
Saat ini, keduanya diketahui masih terlibat tarik-ulur terkait hak asuh, nafkah anak, hingga sengketa rumah yang menjadi harta gana-gini.
Di sisi lain, Ruben sempat mencurahkan isi hatinya bahwa ia sudah lama tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya karena merasa aksesnya sengaja dipersulit.
Kesedihan itu terlihat jelas saat momen ulang tahun kedua putrinya, Thalia dan Thania, di mana Ruben hanya bisa mengucapkan selamat melalui unggahan foto-foto lawas di media sosialnya.
Di tengah konflik bersama Ruben Onsu, Sarwendah akhirnya buka suara terkait potongan videonya yang belakangan ini viral dan memicu kegaduhan di media sosial.
Di mana sebelumnya, Sarwendah kedapatan mengumpat dengan kalimat kasar dinilai merendahkan mantan suaminya, Ruben Onsu, dan menyebut tidak butuh uang nafkah pascacirai.
Melalui akun Instagram pribadinya @sarwendah29, mantan istri Ruben Onsu ini mengunggah sebuah video klarifikasi untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Sambil Membungkuk dan Tahan Tangis, Sarwendah Minta Maaf Soal Video Berucap Kasar Viral
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, Sarwendah mengungkapkan rasa penyesalan yang mendalam sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terus mendukungnya.
"Halo semuanya, saya Sarwendah Tan melalui video ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya. Keluarga besar, teman-teman, masyarakat, dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," ungkap Sarwendah mengawali klarifikasinya.
Ibu tiga anak ini mengakui bahwa ucapan yang telanjur beredar luas di media sosial tersebut merupakan sebuah kekhilafan yang tidak seharusnya terjadi.
"Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," tuturnya.
Sarwendah juga merefleksikan diri bahwa kalimat yang sempat ia lontarkan terkesan kurang bijak dan kurang menunjukkan kerendahan hati. Menurutnya, urusan domestik atau masalah keluarga semestinya tidak perlu menjadi konsumsi publik.
"Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita banyak perhatian dan energi dari banyak pihak," lanjutnya.
Sambil membungkukkan badannya di depan kamera sebagai bentuk ketulusan, Sarwendah pun menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan seluruh pihak yang ikut terseret dalam polemik ini.
"Oleh karena itu saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," ucapnya dengan raut wajah penyesalan.
Bagian paling emosional dalam video tersebut adalah ketika Sarwendah menyinggung dampak dari kegaduhan ini terhadap anak-anaknya.
Ia merasa bersalah karena masalah orang dewasa harus ikut menyeret psikologis buah hatinya.
Tidak lupa, ia juga meminta maaf kepada keluarga besarnya yang ikut menanggung beban pikiran akibat rumor yang berkembang, sembari berterima kasih kepada para penggemar setianya.
"Kepada keluarga besar saya yang juga turut merasakan ketidaknyamanan beban pikiran karena hal ini, saya juga memohon maaf. Terima kasih telah menaruh pengertian, perhatian, dan kekuatan bagi saya. Kepada para penggemar saya yang selama ini tulus dan terus mendukung saya, karena kalian saya tidak pernah merasa sendirian. Besar rasa terima kasih saya ke kalian," tambahnya.
Sarwendah berkomitmen untuk melangkah ke depan dengan sikap yang lebih dewasa dan meminta ruang privasi untuk menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan.
"Saya tidak tahu harus berkata apa lagi selain ucapan terima kasih yang tulus ini. Temani saya terus ya dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kalian berikan selama ini, dan ke depan saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," pintanya.
Di akhir video, ia menegaskan keinginannya untuk menyelesaikan segala konflik yang tersisa dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
"Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan. Saya percaya setiap persoalan memiliki penyelesaiannya masing-masing dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang. Doa saya agar kita semua diberikan ketabahan dan kebaikan ke depannya. Atas segala pengertian, dukungan, dan kasih sayang, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," pungkas Sarwendah.
Menanggapi video permintaan maaf Sarwendah, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, angkat bicara.
Menurutnya, isi dari pernyataan Sarwendah itu tidak ada permintaan maaf yang ditujukan kepada kliennya.
Minola mengungkapkan bahwa Ruben hanya menunjukkan respons singkat, yakni "oh" saja.
Menurut Minola, jika dicermati secara keseluruhan, permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah lebih ditujukan kepada masyarakat dan para pengguna media sosial yang terdampak oleh kegaduhan yang muncul akibat pernyataannya.
"Permintaan maaf itu kan sama sekali tidak ada kaitannya dengan klien kami Ruben Onsu."
"Jadi kalau kita cermati kalimat per kalimat yang diucapkan oleh S dalam permintaan maaf itu, dia hanya meminta maaf kepada netizen, meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat statement-statementnya dia," ujar Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (5/6/2026).
Melihat video permintaan maaf itu, Minola menyebut, tak ada kata-kata yang menyinggung nama kliennya.
Padahal dari statement-statement Sarwendah yang viral, netizen menduga sindiran tersebut ditujukan kepada sang presenter.
"Semua materi yang disampaikan oleh dalam postingan itu kami melihatnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan kami Ruben Onsu."
"Karena tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan permohonan maaf kepada Ruben Onsu karena sudah disindir ya dengan kata-kata cong misalnya kemudian dengan kata-kata 200 juta itu meskipun artinya tidak terang-terangan, tapi kan kita tahu ya sekarang perseteruannya itu antara S itu dengan siapa," ungkap Minola.
Sebagai kuasa hukum, Minola turut menyayangkan tidak ada permintaan maaf kepada Ruben yang menurutnya sudah disakiti hatinya atas ucapan dari Sarwendah.
"Tapi kan tidak ada permintaan maaf kepada orang yang telah dicederai hatinya, harga dirinya di depan publik," ujarnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com