Renungan Katolik Sabtu 6 Juni 2026, Memberi dari kekurangan
Gordy Donovan June 06, 2026 12:42 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Sabtu 6 Juni 2026.

Tema renungan Katolik  “Memberi dari kekurangan”.

Renungan Katolik untuk hari Sabtu Biasa IX, Perayaan fakultatif Santo Norbertus: Uskup dan Pengaku Iman Katolik, Santo Filipus Diakon dan Penginjil: Teladan Iman Gereja, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Sabtu 6 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 6 Juni 2026, Persembahan yang Berkenan di Hati Tuhan

 

Bacaan Pertama 2Tim. 4:1-8

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 71:8-9,14-15a,16-17,22
Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.

Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;

mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.

Berbahagialah yang bersemangat miskin, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.

Bacaan Injil Mrk. 12:38-44

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,

yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat." Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: 

“Memberi dari kekurangan”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam perjalanan iman, kita sering dihadapkan pada pilihan: memberi untuk pamer atau memberi dari kekurangan dengan kepercayaan total kepada Tuhan. Tema hari ini mengajak kita merenungkan teladan janda miskin yang memberi seluruh nafkahnya, serta panggilan keras Paulus kepada Timotius untuk setia sampai akhir. Mari kita buka hati supaya sikap memberi kita mencerminkan iman yang sungguh‑sungguh dan pengharapan pada Tuhan.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (2Tim. 4:1–8) ada amanat Paulus menjelang akhir hidupnya: bertuahlah yang setia dalam tugas pewartaan, tetap bersemangat, dan jangan malu menyatakan Injil meski menghadapi penganiayaan. Paulus melihat garis akhir hidupnya dengan pengharapan akan mahkota kebenaran yang diberikan Tuhan bagi semua yang menantikan kedatangan-Nya. Bacaan ini menegaskan bahwa kesetiaan total sampai akhir dipandang berharga di hadapan Allah. Dalam Injil (Mrk. 12:38–44) menggambarkan kontras antara orang-orang yang mencari penampilan dan janda miskin yang memberi dua peser dari segala yang dimilikinya. Yesus memuji janda itu karena ia memberi dari kekurangannya, bukan dari kelebihannya; pemberian itu nyata sebagai ungkapan kepercayaan dan pengabdian kepada Tuhan. Keduanya yaitu kesetiaan Paulus dan kedermawanan janda menunjukkan bentuk iman yang matang: totalitas, ketergantungan pada Allah, dan prioritas pada Kerajaan. Refleksi kita adalah “Memberi”: Memberi sebagai ukuran kepercayaan — Janda memberi seluruh nafkahnya: tindakan kecil itu menandai keyakinan bahwa Tuhan memelihara. Permenungan kita: dalam bidang apa kita masih ragu memberi karena takut kekurangan, dan bagaimana iman kita menanggapi ketakutan itu? “Setia sampai akhir”: Kesetiaan sampai akhir sebagai pengukuran panggilan. Paulus menantang kita untuk tidak malu terhadap Injil dan tetap setia meski menghadapi penderitaan. Permenungan kita: apakah hidup kita konsisten antara pemberian materi/energi dan kesetiaan kita dalam pewartaan serta doa? “Kehendak”: Niat dan kualitas pemberian lebih penting daripada jumlah. Yesus menilai kehendak hati pemberi, bukan angka. Permenungan kita: ketika memberi atau melayani, apakah motivasi kita murni untuk memuliakan Allah dan menolong sesama, atau untuk mencari pujian manusia?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, memberi dari kekurangan menandai iman yang percaya pada pemeliharaan Tuhan.
Kedua, kesetiaan sampai akhir (seperti Paulus) memperlihatkan panggilan yang tulus dan tak tergoyahkan.
Ketiga, Allah melihat hati: niat pemberian lebih menentukan daripada besar kecilnya jumlah. Tuhan memberkati kita.(Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.