Busan Internasional Dance Festival Dibuka, Delegasi Saman Kenakan Busana Kerawang Gayo
Mawaddatul Husna June 06, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Busan, Korea Selatan

TribunGayo.com, BUSAN - Tim Tari Saman Gayo dari Aceh mengawali rangkaian partisipasinya pada Busan International Dance Festival (BIDF) 2026 dengan menghadiri acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Busan Cultural Centre (BCC), Busan, Korea Selatan, Jumat (5/6/2026).

Mengenakan pakaian khas Kerawang Gayo, seluruh anggota delegasi Saman tampak tampil menonjol dengan ornamen etnik di tengah-tengah  pembukaan yang dihadiri beberapa perwakilan negara asing. 

Festival tari internasional bergengsi yang diikuti oleh 13 negara tersebut menjadi panggung penting bagi Aceh untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dalam ajang ini, Indonesia diwakili oleh Aceh melalui penampilan Tari Saman yang dipersembahkan oleh Lesbumi Gayo (Lesbuga) bersama Duta Saman Institute (DSI).

Penyair Fikar W Eda akan tampil membacakan puisi berjudul "Seribu Saman".

Sebuah karya yang menggambarkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Tari Saman. 

Tim Saman Tampil di Handeu Beach Stage

Tim Saman akan tampil  pada  6 dan 7 Juni 2026  di Handeu Beach Stage, sebuah panggung bibir pantai Busan.

Selanjutnya pada 8 Juni 2026 melakukan Workshop Saman di Chungriyeoul Elementary School.

Kemudian 9 Juni 2026  Saman dan Puisi hadir Geoje Arts Centre Grand Theater, sekaligus penutupan BIDF.

Pada kesempatan yang sama, disela-sela pembukaan dilakukan pula penyerahan buku puisi Debu di Atas Debu karya penyair Indonesia Taufiq Ismail yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. 

Buku tersebut diserahkan oleh Fikar W Eda bersama Ketua Lesbuga M Aris kepada Shin Eunju, Executive Director BIDF.

Penyerahan buku itu menjadi simbol persahabatan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus memperkenalkan khazanah sastra Indonesia kepada publik Korea.

Kehadiran karya sastra Indonesia dalam bahasa Korea diharapkan dapat memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara yang selama ini terus berkembang.

Perkenalkan Nilai Budaya ke Masyarakat Internasional

Ketua Lesbuga, M Aris mengatakan bahwa keikutsertaan tim Saman dalam BIDF bukan hanya untuk menampilkan seni pertunjukan, tetapi juga membawa misi kebudayaan yang lebih luas.

"Melalui Tari Saman dan sastra Indonesia, kami ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

Ini adalah diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa," ujarnya.

Sementara itu, Executive Director BIDF, Shin Eunju, menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Aceh yang membawa perpaduan seni tari dan sastra dalam festival tersebut. 

Ia juga mengucapkan berterima kasih telah mendapat hadiah buku puisi. 

Keikutsertaan Aceh dalam BIDF 2026 menjadi kelanjutan perjalanan diplomasi budaya yang selama ini dilakukan oleh para pegiat seni Aceh di berbagai negara.

Melalui Tari Saman, Aceh kembali menunjukkan bahwa warisan budaya yang lahir dari dataran tinggi Gayo mampu menjadi bahasa universal yang menjembatani persahabatan antarbangsa.

Kedatangan Tim Saman ke BIDF difasilitasi sepenuhnya boleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh atas atensi Gubernur Aceh dan Sekda M Nasir.

Keduanya mengharapkan Tim Saman tampil sukses di perhelatan internasional itu. (*) 

Baca juga: Rombongan Saman Tiba di Negeri Ginseng, Siap Tampil di Busan International Dance Festival 2026

Baca juga: Delegasi Saman akan Tampil di Busan, Mualem: Jaga Marwah Aceh dan Indonesia di Forum Dunia

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.