TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah kendaraan mewah mulai keluar satu per satu dari kediaman eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah rumah tersebut digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (5/6/2026).
Pemandangan itu terjadi menjelang malam ketika gerbang rumah yang sejak siang tertutup rapat akhirnya dibuka. Beberapa mobil towing tampak membawa kendaraan yang sebelumnya berada di dalam area rumah.
Dari lokasi, terlihat dua mobil sport Porsche serta sejumlah sepeda motor premium ikut diamankan penyidik. Dua unit Harley-Davidson dan satu unit Ducati menjadi bagian dari kendaraan yang dibawa keluar dari kediaman Silmy Karim.
Baca juga: Tak Punya Pakaian Lagi, Keluarga Korban Kebakaran di Tenilo Gorontalo Bergantung Bantuan Warga
Salah satu kendaraan yang pertama kali keluar dari lokasi bahkan ditutup menggunakan kain hitam sehingga bentuknya tidak terlihat jelas dari luar.
Tak lama berselang, iring-iringan kendaraan sitaan bergerak meninggalkan rumah yang berada di Jalan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sebelum kendaraan-kendaraan tersebut dibawa keluar, suasana di sekitar rumah sempat menjadi perhatian warga dan awak media yang menunggu sejak siang hari.
Kedatangan dua mobil towing sekitar pukul 18.13 WIB memunculkan dugaan bahwa penyidik akan mengangkut barang bukti dari dalam rumah.
Saat kendaraan pengangkut tiba, personel Korps Brimob yang berjaga langsung membuka akses menuju halaman rumah. Setelah mobil towing masuk, gerbang kembali ditutup dan aktivitas di dalam rumah tidak dapat terlihat dari luar.
Sejak penggeledahan berlangsung, aparat bersenjata lengkap tampak menjaga area sekitar kediaman Silmy Karim.
Mereka ditempatkan di sejumlah titik, baik di pintu masuk rumah maupun di sepanjang jalan depan lokasi penggeledahan.
Petugas terlihat menggunakan perlengkapan taktis lengkap, mulai dari helm, rompi antipeluru hingga senjata laras panjang.
Pengamanan ketat tersebut dilakukan selama penyidik KPK melakukan pemeriksaan dan pencarian barang bukti di dalam rumah.
Dari luar pagar rumah yang menjulang sekitar dua meter, sejumlah kendaraan mewah sebenarnya sudah terlihat terparkir di area halaman dan garasi.
Di antaranya terdapat mobil sport Porsche berwarna kuning dan putih, serta beberapa motor gede dari merek Harley-Davidson dan Ducati.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan karena penyidik meyakini masih terdapat barang bukti tambahan yang diperlukan untuk mengungkap perkara secara lebih menyeluruh.
“KPK meyakini, dalam penggeledahan ini ada bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan penyidik untuk membantu mengungkap perkara ini menjadi terang,” kata Budi.
Setelah proses penggeledahan berakhir, tim penyidik bersama kendaraan yang membawa barang bukti meninggalkan lokasi secara bertahap.
Belakangan, KPK mengungkap bahwa barang yang diamankan tidak hanya berupa kendaraan mewah.
Menurut Budi, penyidik menyita total 19 kendaraan dari rumah Silmy Karim.
Selain itu, turut diamankan sejumlah perhiasan dan uang tunai dalam berbagai mata uang.
“Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka SK, Penyidik mengamankan dan menyita barang bukti,” ujar Budi.
Uang yang disita tidak hanya dalam bentuk rupiah, tetapi juga mata uang asing berupa dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dan yen Jepang (JPY).
KPK menduga seluruh barang yang diamankan tersebut memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi berupa pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Barang bukti yang disita ini diduga terkait atau didapat dari dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan tersangka terkait pengurusan izin tinggal sementara WNA,” kata Budi.