SERAMBINEWS.COM - Banyak orang yang pernah memiliki masa lalu kelam mempertanyakan apakah dosa zina yang telah ditobati perlu diungkapkan kepada calon pasangan sebelum menikah.
Menjawab pertanyaan tersebut, Buya Yahya menegaskan bahwa seseorang yang telah bertobat dari perbuatan zina tidak perlu menceritakan masa lalunya kepada calon suami atau istri.
Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa zina merupakan dosa besar dan perbuatan yang sangat tercela.
Namun demikian, Allah SWT tetap membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang benar-benar menyesali kesalahannya dan bertobat dengan sungguh-sungguh.
"Kalau dia setelah berzina tobat, langsung diampuni oleh Allah. Asalkan dia tobat, menyesal, menangis, tobat yang sesungguhnya," jelas Buya Yahya dikutip Sabtu (6/6/2026) dari YouTube Buya Yahya.
Menurutnya, salah satu bentuk kesungguhan dalam bertobat adalah meninggalkan segala hal yang dapat mengingatkan seseorang pada perbuatan maksiat tersebut.
Baca juga: Istri Sering Chat dengan Pria Lain? Buya Yahya Beri Peringatan soal Bahaya yang Mengintai
Orang yang benar-benar bertobat akan membenci perbuatan dosanya dan berusaha menjauh dari segala hal yang berkaitan dengannya.
Terkait persoalan pernikahan, Buya Yahya menegaskan bahwa dosa zina yang telah ditobati merupakan aib yang harus ditutupi.
Karena itu, seseorang tidak dianjurkan untuk mengungkapkan masa lalu tersebut kepada calon pasangan.
"Seorang wanita yang mau menikah, mungkin dia punya masa lalu kelam, pernah berzina atau telah berzina, tidak perlu bercerita kepada laki-laki yang akan menikahinya.
Seorang laki-laki pun tidak perlu bercerita kepada wanita yang akan dinikahinya. Cukup Allah yang tahu," ujarnya.
Buya Yahya bahkan mencontohkan bahwa tidak sedikit orang yang akhirnya gagal menikah karena mengungkapkan aib masa lalunya, padahal ia telah bertobat kepada Allah SWT.
Baca juga: Benarkah Nasib Baik & Buruk Terlihat saat Usia 40 Tahun? Buya Yahya: Sukses Tidak Ditentukan Usia
Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk menutupi dosa yang telah dilakukan dan tidak menyebarkannya kepada orang lain.
Seseorang cukup mengadu, memohon ampun, dan memperbaiki diri di hadapan Allah SWT tanpa harus menceritakan aib tersebut kepada manusia.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang menyebut dosa zina tidak akan diampuni selama puluhan tahun atau berdampak hingga beberapa generasi keturunan.
Buya Yahya menyebut anggapan tersebut sebagai informasi yang tidak benar.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Tobat.
Selama seseorang benar-benar menyesali perbuatannya, meninggalkan kemaksiatan, serta bertekad tidak mengulanginya lagi, maka pintu ampunan Allah selalu terbuka.
Baca juga: Kloter Pertama Tiba, Haruskah Pulang Haji Dipanggil Pak Haji dan Bu Hajjah? Ini Kata Buya Yahya
Selain itu, Buya Yahya mengingatkan umat Islam agar tidak mengumbar atau membicarakan aib orang lain yang pernah terjerumus dalam perzinaan.
Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan sesama muslim yang melakukan kesalahan, bukan justru menyebarkan atau menggunjingnya.
"Kalau Anda mendengar tetangga melakukan zina, panjatkan doa, 'Ya Allah ampuni dia, tutup aibnya ya Allah'. Bukan untuk Anda gunjing," pesannya.
Karena itu, bagi seseorang yang memiliki masa lalu zina dan telah bertobat dengan sungguh-sungguh, Buya Yahya menekankan bahwa yang terpenting adalah memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT, bukan membuka kembali aib yang telah Allah tutupi.
(Serambinews.com/Firdha)