Saya juga nanti akan berkunjung ke area (di Manggarai Barat) yang sedang kami tawarkan kepada para investor, mungkin nanti untuk dibangun semacam sekolah vokasi pariwisata
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berupaya mencari investor untuk membangun sekolah vokasi pariwisata di Kawasan Transmigrasi Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung pengembangan pariwisata di Labuan Bajo.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah menawarkan kerja sama kepada sejumlah investor untuk mengembangkan pusat pendidikan vokasi pariwisata di beberapa kawasan transmigrasi.
“Saya juga nanti akan berkunjung ke area (di Manggarai Barat) yang sedang kami tawarkan kepada para investor, mungkin nanti untuk dibangun semacam sekolah vokasi pariwisata supaya hospitality-nya bisa lebih baik lagi,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, pendidikan merupakan kunci agar masyarakat lokal dapat menikmati manfaat pembangunan dan investasi yang masuk ke daerah mereka.
Ia berharap peningkatan investasi di bidang pendidikan dan vokasi dapat mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.
Selain itu, Iftitah juga mendorong pembangunan pusat pendidikan (learning center) bahasa Mandarin yang dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat lokal, mengingat semakin banyak wisatawan asal China yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Labuan Bajo sekarang sudah menjadi pusat destinasi wisata dunia. Jangan sampai masyarakat lokal tertinggal. Karena itu, pendidikan merupakan kunci terbaik untuk kita semua,” tuturnya.
Tidak hanya mengupayakan pembangunan fasilitas pendidikan baru, Kementrans juga mendukung renovasi dan pengadaan infrastruktur bagi sekolah-sekolah lama, salah satunya SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Iftitah menyampaikan, infrastruktur dasar merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan transmigrasi.
Ia pun mengajak Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong meninjau pembangunan fasilitas toilet di sekolah dasar tersebut.
“Adik-adik yang ada di sini akan menjadi penerus generasi kami. Kami akan sekuat tenaga membantu pendidikan yang ada di kawasan transmigrasi di Manggarai Barat ini supaya nanti lebih baik lagi,” ujar Mentrans Iftitah.
Terkait rencana pengembangan learning center Bahasa Mandarin di Labuan Bajo, Dubes Wang Lutong optimis kebutuhan terhadap kemampuan berbahasa Mandarin nantinya akan semakin meningkat seiring bertambahnya investasi dan kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Labuan Bajo.
“Saya percaya bahwa di masa depan pasti akan semakin banyak investor yang berinvestasi ke sini. Apalagi sekarang banyak sekali wisatawan dari Tiongkok yang berkunjung ke Labuan Bajo. Jadi, belajar bahasa Mandarin sangat penting bagi kita semua di sini,” imbuhnya.





