Bromo KOM 2026: 1.000 Cyclist dari 14 Negara Tantang Tanjakan Wonokitri 24,6 Km
Rendy Nicko Ramandha June 06, 2026 02:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Bromo KOM 2026 kembali digelar Sabtu (6/6/2026) dengan diikuti sekitar 1.000 cyclist dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Memasuki edisi ke-12, event yang dijuluki "naik hajinya cyclist" itu diikuti 319 komunitas, 121 kota, 26 provinsi, dan 14 negara.

Ke-14 negara peserta adalah Australia, Kolombia, Timor Leste, Prancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Malaysia, Belanda, Filipina, Rusia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

Para peserta menempuh rute sekitar 100 kilometer dimulai dari Mapolda Jawa Timur Surabaya hingga finis di Pendopo Desa Wonokitri, Bromo, Kabupaten Pasuruan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto berharap Bromo KOM terus digelar tiap tahun. Menurutnya, event ini tidak hanya ajang olahraga, tetapi memberi dampak positif bagi masyarakat dan daerah di Jawa Timur.

Baca juga: Polres Pasuruan Kembalikan Motor Curian ke Pemilik, Residivis Curanmor Ditangkap

"Semoga tiap tahun lebih baik dan lebih banyak pesertanya dari berbagai daerah dan negara," ujar Nanang yang juga ikut bersepeda sebagai road captain.

Tanjakan KOM 24,6 Km Elevasi 1.634 Meter

Konsep Bromo KOM 2026 tetap mempertahankan format khas. Peserta bersepeda bersama ke pit stop Taman Ria Suropati Pasuruan, lalu lanjut ke Start KOM Challenge di kawasan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Dari titik itu, peserta menaklukkan segmen KOM Challenge sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri. Tanjakan legendaris tersebut memiliki elevasi total 1.634 meter dengan gradien maksimum 20 persen, menjadikannya salah satu rute paling ikonik di Indonesia.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi konsistensi Mainsepeda menggelar Bromo KOM di tengah berbagai tantangan.

"Saya mewakili Pemkab dan warga Kabupaten Pasuruan tentu berterima kasih event ini konsisten digelar. Di mana dampak positifnya telah kami rasakan selama ini, terutama untuk sektor pariwisata," kata Rusdi.

Sport Tourism dan Dampak Ekonomi Daerah

Founder Mainsepeda Azrul Ananda menyebut konsistensi Bromo KOM tak lepas dari dukungan pemerintah daerah Pemkab Pasuruan dan Polda Jatim. Jumlah peserta konsisten di atas 1.000 cyclist tiap tahun.

"Terima kasih menjadikan Bromo KOM sebagai event sepeda dengan jumlah peserta terbanyak," katanya.

Lebih dari satu dekade sejak 2014, Bromo KOM berkembang menjadi ajang sport tourism berpengaruh. Ribuan peserta menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sepanjang rute.

Bromo KOM 2026 juga menjadi bagian rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara. Terdapat kategori elite, kelompok umur pria dan wanita, serta kategori khusus TNI/Polri Men 39 and Under dan Men 40 and Up.

"Kami berharap Bromo KOM dapat ikut memeriahkan rangkaian HUT Bhayangkara tahun ini," ujar Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce, S.I.K., M.H.

Persaingan Men Elite Diprediksi Sengit

Juara bertahan Abdul Soleh akan menghadapi penantang kuat seperti Dimas Nur Fadhil juara umum Tour de Algerie Cycliste 2026, Muhammad Raihan Maulidan peraih emas SEA Games 2025, dan Agung Ali Sahbana peraih emas SEA Games 2007 dan 2013.

Dominasi pembalap road juga diuji spesialis ultra cycling seperti Yusuf Kibar juara Bentang Jawa 2024, Zidan Attala Nouval Hidayat, hingga Arfiana Khairunnisa.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.