Viral! Tenda Hajatan Tutup Jalan Provinsi Majalaya, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan
Gianta Firmandimas Adya Mahendr June 06, 2026 02:57 PM

- Sebuah tenda hajatan yang berdiri di tengah ruas Jalan Baru Majalaya, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah dinilai menutup sebagian jalan provinsi dan mengganggu arus lalu lintas warga yang melintas.

Dalam video yang beredar luas, terlihat tenda berukuran besar membentang di badan jalan sehingga membuat akses kendaraan menjadi lebih sempit dan tidak leluasa dilalui.

Kondisi tersebut kemudian menuai beragam respons dari warganet.

Banyak yang mempertanyakan penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi, terlebih jalan yang dipakai merupakan jalur provinsi dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi.

Viralnya video itu turut menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui akun media sosial pribadinya, (5/6/2026) ia menyoroti penggunaan jalan yang dinilai tidak semestinya dilakukan tanpa izin resmi dari pihak berwenang.

“Coba ini siapa yang hajatan menggunakan jalan provinsi di wilayah Majalaya. Jalannya ditutup dan digunakan untuk hajatan pribadi,” ujar Dedi dalam unggahan yang kemudian ramai mendapat tanggapan dari masyarakat.

Dedi dalam unggahannya menyampaikan, “Coba ini siapa yang hajatan menggunakan jalan provinsi di wilayah Majalaya. Jalannya ditutup dan digunakan untuk hajatan pribadi,” yang kemudian memicu perbincangan luas di masyarakat.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar dan memperkuat diskusi publik terkait batas penggunaan ruang publik, terutama jalan umum yang seharusnya dapat diakses seluruh masyarakat tanpa hambatan.

Tidak hanya memberikan komentar, Dedi Mulyadi juga meminta aparat terkait untuk segera turun tangan.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Solokan Jeruk bersama pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian.

Aparat kemudian melakukan komunikasi dengan pihak keluarga yang menggelar hajatan untuk mencari solusi di lapangan.

Dari hasil koordinasi tersebut, keluarga penyelenggara acara akhirnya menyatakan kesediaannya untuk membongkar tenda yang berdiri di badan jalan.

Selain itu, lokasi hajatan juga dipindahkan ke area yang lebih aman agar tidak mengganggu kepentingan umum maupun kelancaran arus lalu lintas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.