DPRD Pontianak Akan Panggil Dinas Pendidikan Usai Nilai TKA SD-SMP Turun Drastis
Syahroni June 06, 2026 03:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penurunan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP secara nasional menjadi perhatian serius DPRD Kota Pontianak. 

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai kondisi tersebut harus segera dievaluasi dengan mencari formulasi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Menurut Satarudin, hasil capaian TKA yang menurun menunjukkan adanya persoalan mendasar yang perlu dibenahi, termasuk sistem kurikulum yang dinilai terlalu sering mengalami perubahan.

Baca juga: Nilai TKA SD dan SMP Rendah, Pengamat Pendidikan Soroti Krisis Sistemik

"Ya saya baru baca ya, bahwa TKA kita anjlok. Dari negara ASEAN kita berada di urutan kelima"

"Kita hanya sedikit di atas Filipina dan Kamboja. Artinya harus dicari formulasi yang tepat," ujar Satarudin saat diwawancarai TribunPontianak.co.id, Sabtu, 6 Juni 2026.

Ia menilai salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah pergantian kurikulum yang hampir selalu terjadi setiap pergantian tahun ajaran atau pergantian kebijakan pendidikan nasional.

Menurutnya, perubahan yang terlalu sering justru berpotensi menimbulkan kebingungan bagi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

"Setiap tahun ajaran baru selalu ada perubahan. Padahal kalau memang kurikulum yang ada sudah baik, seharusnya tidak perlu terus diganti"

Baca juga: Kemendikdasmen Evaluasi TKA 2026, IPA dan Bahasa Inggris Diusulkan Masuk Ujian SD dan SMP

"Mata pelajarannya juga tetap sama, jadi jangan sampai siswa yang menjadi bingung," katanya.

Satarudin mengungkapkan, konsistensi dalam penerapan kurikulum sangat penting agar siswa memiliki arah pembelajaran yang jelas dan dapat beradaptasi secara optimal terhadap materi yang diajarkan.

Ia berharap pemerintah dapat merumuskan sistem pendidikan yang lebih stabil, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik siswa, khususnya pada mata pelajaran inti seperti matematika.

"Saya berharap ada kurikulum yang benar-benar bagus dan tidak sering berubah. Dengan begitu siswa lebih fokus belajar dan kemampuan matematika kita bisa bersaing dengan negara-negara maju seperti Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Kota Pontianak berencana memanggil dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian akademik siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan hasil TKA.

"Nanti kami akan memanggil dinas terkait untuk melihat pola dan penyebab capaian ini. Kami akan membahasnya bersama pemerintah kota agar ada langkah perbaikan yang konkret," tegasnya.

Satarudin menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah harus menjadi prioritas bersama agar capaian akademik siswa tidak terus mengalami penurunan di masa mendatang.

"Jangan sampai hasil TKA, khususnya matematika untuk siswa SD dan SMP, kembali mengalami penurunan seperti hasil survei kemarin. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.