BOLASPORT.COM - Kontroversi terjadi pada pertandingan perempat final ganda campuran Indonesia Open 2026. Kritik keras datang terhadap keputusan pengadil lapangan dan induk olahraganya.
Ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, meluapkan ketidakpuasan mereka terhadap kartu merah yang diterima di momen krusial.
Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie menelan kekalahan pahit saat menantang wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Skor 15-21, 21-18, 22-20 untuk kemenangan Gicquel/Delrue yang merupakan juara bertahan menutup laga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Goh/Lai mengkritik karena keputusan yang dinilai tidak adil dari umpire asal Indonesia, Helen Purnama Sari, yang bertugas.
Kritik itu disampaikan melalui akun media sosial mereka.
"Sementara lawan terlalu sering mengulur-ulur waktu saat menerima servis, meluapkan amarah karena dihukum, hanya peringatan yang diberikan dan kartu kuning pada gim ketiga."
Pertandingan berlangsung dengan panas dengan kedua pemain berulang kali diperingatkan agar tidak mengulur-ulur waktu.
Kesialan dialami Goh/Lai karena kartu merah yang diterima saat skor 20-20 pada gim ketiga.
Goh dinilai tidak siap untuk menerima servis dari Delrue. Karena kartu merah berarti fault, poin diberikan kepada lawannya.
Goh sudah diperingatkan sebelumnya. Dia menerima kartu kuning di interval 11-10 karena telat masuk ke lapangan.
Helen sebenarnya lebih dulu memberi kartu kuning kepada Thom Gicquel saat skor 3-3 pada gim ketiga karena mengulur-ulur waktu.
Para pemain mendapatkan waktu selama 25 detik untuk melakukan servis karena uji coba aturan time clock pada tahun ini.
Pemain yang melakukan servis bisa menggunakan waktu yang dimiliki untuk mengelap keringat, minum, sampai menggunakan cold spray asalkan servis dilakukan sebelum hitungan habis.
Sedangkan pemain yang menerima harus siap begitu lawan akan melakukan servis.
Pasangan Malaysia lantas mengumpulkan potongan-potongan video bahwa pasangan Prancis telah beberapa kali melakukannya sebelum momen kartu kuning untuk Gicquel.
Kritik juga diarahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) karena aturan yang masih di tahap uji coba ini tetap disertai hukuman yang ketat.
"Kami tidak menentang aturan yang sedang diupayakan diterapkan oleh BWF," tulis Goh/Lai dalam pernyataan bersama.
"Namun, jika suatu aturan masih dalam tahap uji coba, tindakan hukuman yang ketat tidak boleh diberlakukan sedemikian rupa sehingga secara efektif memaksakan aturan sebelum benar-benar ditetapkan."
"Selain itu, memberikan wewenang yang begitu besar kepada wasit tanpa adanya mekanisme bagi pemain untuk mengajukan keberatan di lapangan menciptakan situasi yang tidak adil."
"Para pemain kemudian dipaksa tidak hanya untuk bersaing melawan lawan mereka, tetapi juga harus menghadapi keputusan yang dipertanyakan dan dampak psikologis yang menyertainya."
"Kami menghormati para ofisial dan olahraga ini, tetapi kami juga percaya bahwa harus ada ruang untuk keadilan, konsistensi, dan akuntabilitas saat menerapkan peraturan baru."
Adapun tentang kritik emosi berlebihan, Delphine Delrue membanting raket setelah terkena net fault pada gim yang ketiga.
Giquel/Delrue kini selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar juara mereka di Indonesia Open 2026.
Di semifinal, mereka akan menghadapi sesama pasangan Eropa yang sedang on-fire, Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark).