Camat Ujung Pandang Serukan Stop Buang Sampah ke Kanal dan Laut
Ari Maryadi June 06, 2026 04:22 PM

 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aksi bersih-bersih pantai menjadi agenda utama Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (6/6/2026).

‎Pembersihan dilakukan mulai dari Pantai Panjang Losari sampai bibir Pantai Kayu Bangkoa.

‎Kegiatan ini diramaikan oleh aparat pemerintah kecamatan, KNPI Kecamatan Ujung Pandang, masyarakat Pappalimbang Lae-Lae, RT/RW Kelurahan Losari, Maloku, dan Bulogading, serta siswa dari SD Negeri Sudirman 3.

‎Pembersihan dilakukan dengan menjaring sampah yang terapung di air dan memungut sampah yang hanyut di bibir pantai.

‎Pembersihan di air menggunakan armada kebersihan Lepa-Lepa Pattasaki milik Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang.

‎Dari hasil pembersihan, diperoleh sampah masing-masing 42,2 kilogram di wilayah Kelurahan Maloku, Kelurahan Losari 13,8 kilogram, dan Kelurahan Bulogading 52 kilogram.

‎Sampah yang diperoleh tersebut selanjutnya akan diolah lebih lanjut di fasilitas pengolah yang tersedia di Kecamatan Ujung Pandang, baik Bank Sampah Unit (BSU) maupun TPS3R.

‎Lurah Pisang Selatan Edwin Antariksa mengatakan bahwa dirinya bersama RT/RW datang sejak pukul enam pagi.

‎Mereka bahu membahu membersihkan sampah di sepanjang trotoar Losari.

‎Ada RT/RW yang membawa sapu sehingga memudahkan pembersihan.

‎"Kebersihan lingkungan harus dijaga sama-sama, hidup dalam kesadaran semua warga," ucapnya.

‎Sementara itu, Camat Ujung Pandang Nanin Sudiar mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut, kanal, selokan, maupun got.

‎Menurutnya, kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu penyebab munculnya tumpukan sampah di kawasan pesisir dan saluran air.

‎Ia mengatakan kebersihan lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya melalui kegiatan bersih-bersih yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara berkala, tetapi juga membutuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

‎"Kalau sampah dibuang ke kanal atau selokan, akhirnya akan terbawa sampai ke laut. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan mulai dari lingkungan terdekat kita," ujarnya.

‎Karena itu, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

‎"Mari kita stop membuang sampah ke laut, kanal, selokan maupun got. Lingkungan yang bersih hanya bisa terwujud jika kita semua ikut menjaga dan memeliharanya," kata Nanin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.