Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Misteri peristiwa tragis yang menimpa Bilqis Rajiansyah mulai terurai.
Anak 11 tahun di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, yang ditemukan tewas di dalam rumahnya itu diduga menjadi korban perampokan.
Pasalnya, sejumlah barang berharga milik keluarga korban diketahui hilang.
Baca juga: Dewi Sri Lestari Kaget Bukan Kepalang, Pulang Kerja Lihat Bilqis Tewas Mengenaskan
Baca juga: Kesaksian Pilu Ibu Bilqis: Dikira Tidur, Ternyata Tewas dengan Luka Senjata Tajam
Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku diduga membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Vario dan sebuah telepon genggam merek OPPO yang berada di rumah korban.
Ibu korban, Dewi Sri Lestari (34), mengatakan hilangnya barang-barang tersebut diketahui setelah keluarga melakukan pengecekan usai peristiwa nahas yang menimpa putrinya.
"Pengecekan yang hilang satu sepeda motor Honda Vario dan satu buah handphone merek OPPO," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Hilangnya kendaraan dan telepon genggam tersebut semakin menguatkan dugaan pelaku tidak hanya melakukan pembunuhan, tetapi juga melakukan aksi perampokan.
Diketahui, Bilqis ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Jumat (5/6/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh sang ibu yang baru pulang bekerja dari sebuah pabrik.
Saat tiba di rumah, Dewi sempat melihat kondisi pintu yang janggal. Gembok rumah berada di luar pintu, namun tidak terkunci sebagaimana mestinya.
Setelah masuk ke dalam rumah, ia menemukan kunci gembok berada di atas meja.
Awalnya, Dewi mengira putrinya sedang tidur karena tubuh korban masih tertutup selimut.
Namun saat didekati, ia melihat bercak darah di bagian kaki dan seprai tempat korban terbaring.
Ketika memeriksa lebih lanjut, Dewi mendapati putrinya sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka serius yang diduga akibat senjata tajam.
Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Sementara itu, Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, juga membenarkan sepeda motor Honda Vario milik keluarga korban tidak ditemukan di lokasi setelah kejadian.
Informasi tersebut telah disampaikan kepada pihak kepolisian untuk menjadi bagian dari penyelidikan.
Hingga kini, tim gabungan Polres Sragen dan Polda Jawa Tengah masih terus melakukan pendalaman kasus.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan polisi juga menelusuri keberadaan sepeda motor serta handphone yang diduga dibawa kabur pelaku. (*)