Gambaran An Se-young Bosan Menang Lewat Cara Biasa di Polytron Indonesia Open 2026
Muhammad Nursina Rasyidin June 06, 2026 04:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kemenangan dan An Se-young menjadi hal yang sangat sulit terpisahkan satu sama lain.

Begitupun saat An Se-young tampil di babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026 melawan Chen Yufei asal China pada Sabtu (6/6/2026) di Istora, Senayan, Jakarta.

Pertemuan dua pebulu tangkis tunggal putri elite dunia ini benar saja menampilkan drama luar biasa, terutama di gim ketiga.

Pada dua gim sebelumnya, kedua pemain saling berbagi kemenangan.

An Se-young memetik kemenangan di gim pertama dengan skor 21-17.

Sedangkan gim kedua berpindah untuk kemenangan Chen Yufei dengan skor tipis 19-21.

Baca juga: 2 Pebulu Tangkis Muda Bersinar di Polytron Indonesia Open 2026: Ada Jagoan Thailand & Wakil Kanada

Drama yang sesungguhnya terjadi di gim ketiga yang sekaligus menjadi penentu.

Pada awalnya, gim ini berlangsung sebagaimana layaknya pertandingan biasa.

Kedua pemain saling membalas serangan dan berusaha memperoleh angka demi angka.

An Se-young bahkan sempat unggul terlebih dahulu dengan skor 4-2 atas Chen Yufei.

Namun angka 4 menjadi skor yang harus digenggam An Se-young di sisa beberapa poin selanjutnya.

AN SE-YOUNG - Tunggal putri no 1 dunia asal Korea, An Se-young ketika berlaga di ajang bertajuk Olimpiade Paris 2024.
AN SE-YOUNG - Tunggal putri no 1 dunia asal Korea, An Se-young ketika berlaga di ajang bertajuk Olimpiade Paris 2024. (Instagram @official_bka)

Pasalnya Chen Yufei berhasil bangkit, mengejar, menyamakan, dan unggul dari An Se-young.

Tak cuma unggul, ia juga meninggalkan pebulu tangkis Korea Selatan itu dengan skor 6-11 di interval.

Situasi semakin mengenaskan bagi ASY ketika Chen mendekati kemenangan dengan kedudukan 7-17.

Benar, skor 7-17 bagi keunggulan Chen Yufei atas An Se-young di gim ketiga di ajang Super 1000 yang dianggap salah satu yang paling dinanti di dunia.

Namun di situlah letak pertemuan antara keajaiban, tekad, mentalitas, dan kemampuan An Se-young sebagai pemain nomor 1 dunia.

Ia membuang jauh kata-kata menyerah dari kepalanya dan terus meladeni jual beli serangan dari Chen.

Pada akhirnya, An Se-young bisa sedikit melepaskan diri dari tekanan lawan dengan gantian melancarkan serangan.

Ia bisa memperoleh dua angka tambahan dan mengubah skor menjadi 9-17.

Skor yang mulanya 9, berubah menjadi 12-17 bagi ASY secara perlahan.

Namun, Chen tak tinggal diam dengan langsung kembali meningkatkan tempo.

Pemain asal China ini berhasil menyentuh angka 20 terlebih dahulu, ketika An Se-young masih berusaha mengejar dan baru sampai di angka 16.

Itu saja sebenarnya sudah menjadi perjuangan yang luar biasa bagi ASY.

Namun ternyata itu tak cukup bagi dirinya.

Ia tak membiarkan Chen Yufei memperoleh angka kemenangan hingga dirinya juga sampai di angka 20.

Alhasil, skor 20-20 memaksa adanya deuce bagi keduanya.

Hal tersebut jelas memberikan pukulan besar bagi Chen Yufei yang sudah unggul 10 poin dari An Se-young sebelumnya.

Pada akhirnya, ASY-lah yang bisa membalikkan defisit 10 poin itu menjadi kemenangan 23-21 atas Chen Yufei.

Istora Senayan langsung bergemuruh menyambut kemenangan si Bocah Ajaib ini.

Sang pemain pun juga membalas itu dengan memberikan tepuk tangan dan lambaian tangan.

Ia juga membungkuk kepada para penonton yang benar-benar memberikan apresiasi besar kepadanya.

Pada akhirnya, An Se-young lah yang melangkah ke final Polytron Indonesia Open 2026 dengan gaya luar biasa.

Ia menang dengan skor 21-17, 19-21, dan 23-21 atas Chen Yufei.

Ia akan berhadapan dengan Akane Yamaguchi di babak final pada Minggu (7/6/2026).

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.