Harga Kedelai Naik, Pedagang Tempe di Pasar Gedhe Klaten Tetap Bertahan Tak Naikkan Harga
Ryantono Puji Santoso June 06, 2026 07:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Meski harga kedelai mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, harga tempe dan tahu di Pasar Gedhe Klaten masih relatif stabil pada Jumat (5/6/2026).

Pedagang berupaya menahan kenaikan harga agar tidak membebani konsumen.

Salah satu pedagang, Kartina (66), memaparkan hal tersebut saat ditemui TribunSolo.com.

"Harganya enggak naik," ujarnya pada Jumat (5/6/2026).

Harga tempe yang dijual beragam, tergantung ukuran dan bentuk.

"Ada yang Rp 8 ribu, Rp 6 ribu, sama Rp 5 ribu. Tergantung ukuran," jelasnya.

Sedangkan harga tahu Rp 10 ribu per plastik.

Harga tempe stabil 43
TAHAN HARGA. Meski bahan baku naik, harga tempe dan tahu tidak alami kenaikan di Pasar Gedhe, Kabupaten Klaten.

Meski Harga Sama, Penjualan Lesu

Kartina menyebut penjualan tempe saat ini lesu meski harga tetap tidak naik.

"Lesune ten sing tumbas soale (lesu karena pembelinya)," ucapnya.

Saat ramai pembeli, ia bisa mengantongi uang hingga Rp 1 juta. Namun kini, pada masa sepi, ia hanya bisa membawa pulang Rp 300 ribu.

Pedagang lain, Sri Lestari (56), juga mengatakan hal senada.

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Pedagang di Solo Sebut Berdampak pada Harga Tempe dan Tahu

Baca juga: Harga Kedelai Impor Tembus Rp17.000/Kg di Pasar Legi Solo, Belum Pengaruhi Harga Tempe dan Tahu?

Ia menjelaskan, jika harga tempe naik, akan sulit menjualnya.

"Nak do mundak angel (kalau pada naik susah jual)," ucapnya.

Ia sendiri menjual tempe bungkus daun dan tahu.

Ia berharap harga bisa tetap stabil sehingga penjualan kembali lancar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.