Dinas Ungkap Soal Antrean Panjang SMA di Solo, Memaksakan Pembuatan Akun dan Verifikasi di Awal
Ryantono Puji Santoso June 06, 2026 07:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah SMA Negeri di Solo tampak ramai menjelang penerimaan murid baru.

Antrean panjang terlihat di sejumlah sekolah.

Terkait hal ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Agung Wijayanto, mengakui antrean panjang terjadi di sejumlah sekolah.

Menurutnya, hal ini disebabkan oleh masyarakat yang terlalu memaksakan melakukan pembuatan akun dan verifikasi di awal.

“Ini kita beri jadwal yang longgar, mulai tanggal 4 sampai dengan 13 untuk verifikasi. Karena masyarakat terlalu memaksakan untuk datang di awal-awal,” ungkapnya.

Selain itu, banyak orang tua yang meminta bantuan sekolah untuk membuat akun.

ANTREAN SPMB – Calon murid baru mengantre untuk melakukan verifikasi berkas di SMA Negeri 1 Surakarta, Kamis (4/6/2026). Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat melakukan verifikasi di sekolah terdekat guna menghindari penumpukan antrean di sekolah favorit.
ANTREAN SPMB – Calon murid baru mengantre untuk melakukan verifikasi berkas di SMA Negeri 1 Surakarta, Kamis (4/6/2026). Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat melakukan verifikasi di sekolah terdekat guna menghindari penumpukan antrean di sekolah favorit. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Padahal, akun bisa dibuat secara mandiri di rumah.

“Jadi setelah pengajuan akun, sebenarnya bisa dibuat di rumah oleh siswa atau orang tua secara mandiri. Namun, realita di lapangan masih banyak masyarakat yang meminta bantuan sekolah,” jelasnya.

Sedangkan untuk verifikasi memang harus datang ke sekolah. Namun, verifikasi bisa dilakukan di sekolah mana saja, tidak harus sekolah yang dituju.

“Bahkan verifikasi itu tidak harus dilakukan di sekolah tujuan. Artinya, verifikasi ini tidak harus di sekolah yang dituju. Carilah sekolah yang dekat dengan rumah atau yang kira-kira sepi. Jadi tidak harus semuanya memilih sekolah yang dianggap favorit karena ini hanya sekadar verifikasi berkas,” tuturnya.

Kejar Tak Kehabisan Kuota

Sementara itu, Sumarti dan putrinya Christin Larasati mengatakan sudah tiga kali ini datang ke SMA N 1 Surakarta.

Ia datang sejak pukul 07.00 pada Sabtu (6/6/2026) agar tidak kehabisan kuota.

“Saya hari ini ketiga kalinya. Ada pembetulan. Baru hari ini mau verifikasi. Kuotanya sudah full jadi kembali hari ini,” jelasnya.

Hari pertama ia melakukan pembuatan akun. Karena masih ada kesalahan, ia kembali lagi untuk melakukan koreksi di hari kedua.

Namun, ia tidak bisa sekalian melakukan verifikasi karena kuota sudah habis. Hari ini ia berharap bisa mendapat kuota dan melakukan verifikasi.

Baca juga: Disdik Jateng: Verifikasi SPMB Tak Harus di Sekolah Tujuan, Hindari Antrean di Sekolah Favorit

“Akun sudah. Hari pertama pembuatan akun. Terus ada kesalahan. Hari kedua pembetulan. Mau verifikasi sekalian sudah penuh. Kembali lagi hari ini. Kemarin ngisi datanya ada kesalahan. Seharusnya yang dimasukkan data dokumen kependudukan. Tapi ini yang dimasukkan kelulusan,” jelasnya.

Meski datang lebih dulu, ia belum bisa memastikan akan mendapat kuota atau tidak. Sebab, tidak ada nomor antrian yang diberikan.

“Dari jam 7. Pengalaman kemarin datang jam 10. Jadi sekarang harus lebih pagi. Mudah-mudahan dapat,” terangnya.

Ia mendaftarkan anaknya di SMA N 1 Surakarta melalui jalur domisili. Ia berharap bisa diterima di sekolah ini.

“Karena yang terdekat. Mudah-mudahan diterima. Saya dari Ketelan. Yang terdekat antara 1 dan 2. Anak milih 1. Lulusan SMPN 4,” jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.