Staf Khusus Menteri Agama Sayangkan Pembubaran Paksa Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Erik S June 06, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menyampaikan keprihatinan dan penyesalannya atas pembubaran paksa kegiatan Kemah Generasi Muda Ahmadiyah yang berlangsung di Watu Gambir Park, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut patut disayangkan karena kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta, termasuk anak-anak dan remaja, berakhir setelah adanya tekanan dari sekelompok massa dari Solo Raya.

Situasi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu jalannya kegiatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan rasa takut dan trauma bagi para peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda.

"Indonesia adalah negara hukum yang menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, serta hak warga negara untuk berkumpul dan melakukan kegiatan secara damai," kata Gugun dalam keterangannya.

Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat semestinya diselesaikan melalui mekanisme dialog, mediasi, dan penegakan hukum yang adil serta mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Ia menilai negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara memperoleh rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.

Dalam konteks tersebut, aparat keamanan diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara serta mengedepankan pendekatan yang persuasif, profesional, dan proporsional ketika menghadapi dinamika sosial di lapangan.

Lebih lanjut, Gugun mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Perbedaan pandangan maupun keyakinan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, ketertiban, maupun hak-hak konstitusional warga negara.

Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong penguatan kerukunan umat beragama melalui dialog yang konstruktif dan penyelesaian berbagai persoalan secara damai.

Nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, penghormatan terhadap hukum, dan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak, harus menjadi landasan dalam setiap penyelesaian konflik di masyarakat.

Baca juga: Tempat Ibadah Jemaah Ahmadiyah di Garut Disegel, Usman Hamid: Pelanggaran Serius oleh Negara

Atas peristiwa di Karanganyar tersebut, Gugun berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif.

Menurutnya, perlindungan terhadap hak-hak warga negara dan terpeliharanya kehidupan masyarakat yang rukun merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga oleh semua elemen bangsa.

Berakhir Lebih cepat

Kegiatan perkemahan pemuda yang digelar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di kawasan Watu Gambir Park, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mendadak berakhir lebih cepat dari rencana.

Acara yang sedianya berlangsung hingga Minggu, 7 Juni 2026, terpaksa dihentikan setelah muncul penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat Islam yang mempertanyakan identitas penyelenggara kegiatan tersebut.

Menurut keterangan pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, kegiatan tersebut merupakan perkemahan pemuda yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas peserta disebut merupakan anak-anak dan remaja.

Program yang disiapkan meliputi berbagai aktivitas pengembangan diri, mulai dari olahraga, pendakian ringan (hiking), permainan edukatif, kegiatan kebersamaan, hingga ibadah bersama.

Sekretaris Pers JAI, Yendra Budiana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesehatan fisik, spiritual, dan karakter generasi muda.

“Ini bukan kegiatan keagamaan yang mengancam, tapi program pengembangan pemuda yang sah secara konstitusi,” ujarnya kepada awak media dikutip TribunTrends, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut Yendra, kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di lokasi yang sama tanpa mengalami gangguan. Ia juga menyebut penggunaan lokasi telah mendapatkan izin dari pengelola kawasan wisata.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.