Dibantai 3-0, Pelatih Oman Mengaku Fisik Pemain Timnas Indonesia Benar-Benar Menyulitkan
Sarah Elnyora Rumaropen June 06, 2026 08:45 PM

BolaSport.com|Arif Setiawan|Lukman Adhi Kurniawan

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui, secara terbuka mengakui keunggulan skuad Garuda usai timnya dibantai dengan skor telak 3-0 pada laga pertama FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/6/2026) malam.

Juru taktik asal Maroko tersebut blak-blakan menyebut, kondisi fisik prima dan permainan cepat yang ditunjukkan pasukan John Herdman sepanjang pertandingan benar-benar menyulitkan anak asuhnya.

Alhasil, kondisi tersebut membuat Oman kehilangan kontrol permainan sejak babak pertama.

Dominasi Total di GBK

Dalam pertandingan bergengsi tersebut, armada Merah Putih sukses menunjukkan keperkasaannya dengan mengamankan keunggulan dua gol langsung pada babak pertama.

Keran gol pembuka skuad Garuda dicatatkan atas nama Justin Hubner pada menit ke-13, yang kemudian digandakan oleh Ole Romeny pada menit ke-27.

Memasuki paruh kedua, tim asuhan John Herdman tidak mengendurkan serangan dan berhasil menambah satu gol lagi pada menit ke-56 lewat sontekan akurat Ragnar Oratmangoen.

Baca juga: Eks Pelatih Timnas Putri Timo Scheunemann Jagokan Jepang Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026

Papan skor pun menutup laga dengan kemenangan telak Timnas Indonesia 3-0 atas Oman.

Bagi Timnas Indonesia, hasil positif ini menjadi sebuah kemenangan bersejarah yang telah dinantikan setelah puluhan tahun menunggu.

Kemenangan ini sekaligus menjadi modal yang cukup penting untuk membawa kepercayaan diri yang tinggi jelang mengarungi putaran final Piala Asia 2027.

Saat ini, John Herdman masih terus meracik skuad terbaiknya demi bisa melangkah jauh di ajang tertinggi Benua Kuning tersebut.

Apalagi setelah ini, masih ada Mozambik yang juga merupakan lawan tangguh dan tidak bisa dipandang sebelah mata pada hari Selasa nanti.

Pelatih Timnas Oman Kewalahan

Usai peluit panjang dibunyikan, Pelatih Timnas Oman Tarik Sektioui secara jantan mengakui kekuatan yang dimiliki Timnas Indonesia.

Tarik menilai, skuad Garuda memiliki potensi besar untuk bisa mendapatkan hasil positif di putaran final Piala Asia nanti.

Menurut pandangannya, Timnas Indonesia diisi oleh jajaran pemain yang berkualitas tinggi dan hal inilah yang menjadi kekuatan utama mereka.

Lebih lanjut, pelatih asal Maroko tersebut mengakui kondisi fisik pasukan Herdman benar-benar menyulitkan dan menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya sepanjang laga.

"Saya pikir Indonesia punya peluang besar. Mereka tim yang bagus di ketiga lini dan memiliki kemampuan fisik yang sangat baik untuk bersaing," kata Tarik Sektioui pada sesi jumpa pers setelah melawan Indonesia.

Tarik melanjutkan, skuad Garuda menunjukkan penampilan yang sangat apik.

Baca juga: Bagus Banget, John Herdman Terkesan dengan Marselino, Beri Sinyal Jadi Starter Lawan Oman

Gaya bermain yang diperagakan oleh Justin Hubner dkk sukses mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal.

Tekanan konstan ini benar-benar membuat lini pertahanan Oman kesulitan, sehingga ia menganggap tim tuan rumah memang sangat layak keluar sebagai pemenang.

Penampilan impresif ini dinilai cukup wajar mengingat Timnas Indonesia saat ini banyak diisi oleh para pemain yang berkarier di luar negeri (abroad).

"Tim Indonesia memiliki kemampuan yang baik secara umum, terutama secara fisik. Jadi secara fisik mereka bagus, itu membuat mereka mengontrol permainan di babak pertama," ujarnya.

Di sisi lain, Tarik juga menyadari penampilan anak asuhnya malam itu masih jauh dari harapan.

Beberapa kesalahan taktis yang terjadi di lapangan akhirnya sukses dimanfaatkan dengan klinis oleh Indonesia.

Rangkaian blunder ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi total bagi timnya menjelang laga berikutnya melawan Mozambik.

"Mereka cepat. Tetapi juga secara taktis dengan kesalahan kami. Itulah yang sebenarnya membantu tim Indonesia," katanya.

John Herdman Bicara Soal 'Kutukan Pelatih'

Setelah pertandingan usai, pelatih Timnas Indonesia John Herdman langsung memberikan pujian setinggi langit kepada para suporter yang hadir memadati stadion.

Pelatih berusia 50 tahun itu menilai kehadiran pemain ke-12 di tribun telah memberikan suntikan semangat serta motivasi berlipat ganda kepada anak asuhnya di atas lapangan.

"Ya kepada semua penggemar. Kalian luar biasa malam ini, dan sungguh emosional menurut saya ketika Anda berada di tribun di tengah stadion dan para penggemar menghargai para pemain dan staf atas kerja keras yang mereka lakukan" ungkapnya. 

"Hanya dengan berjalan-jalan, Anda merasakan gairah sejati mereka terhadap budaya sepak bola ini" lanjut Herdman. 

"Saya hanya berharap bahwa kami dapat membuat kalian proud (bangga) dan kami dapat terus berkembang dan membawa tim ini ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya," sambungnya. 

Baca juga: Rizky Ridho Jadi Kapten Pengganti Timnas Indonesia, John Herdman Sebut Jay Idzes Tak Tergantikan

Meski berhasil meraih kemenangan besar, pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin besar kepala.

Herdman menilai, seorang juru taktik sejati harus tetap jeli melihat kekurangan tim sekecil apa pun, bahkan di tengah momentum kemenangan beruntun.

Bagi Herdman, sudut pandang perfeksionis tersebut layaknya sebuah kutukan tersendiri bagi seorang pelatih sepak bola.

Herdman mengakui permainan timnya malam ini masih belum sempurna dan masih memiliki banyak aspek yang harus ditingkatkan.

"Ya, saya pikir, selalu dalam momen-momen seperti ini, yang terpenting adalah tetap rendah hati. Anda tetap berpijak di bumi. Itulah kutukan seorang pelatih. Kita melihat hal-hal yang baik, tetapi kita juga melihat di mana kita harus meningkatkan diri dan saya tidak bisa menonton pertandingan tanpa melihat hal itu, kita memiliki banyak area untuk ditingkatkan," ujarnya.

Sebagai penutup, John Herdman secara khusus melayangkan pujian kepada sang penjaga gawang, Emil Audero.

Pujian tersebut didasari oleh aksi penyelamatan gemilang Emil Audero yang berhasil menepis bola hasil tendangan penalti lawan pada babak pertama.

Namun, di luar aksi heroik tersebut, Herdman menambahkan, peran Emil jauh lebih krusial dalam mengontrol ritme permainan skuad Garuda dari lini paling belakang.

"Anda melihat penyelamatan tembakan, mungkin penyelamatan penalti, tetapi yang saya lihat adalah kemampuan Emil untuk mengontrol permainan dengan kakinya dan menjadi awal dari serangan kami," tuturnya.

(BolaSport.com/BolaSport.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.