Dugaan Kekerasan Terhadap Balita di Landasan Ulin Banjarbaru, Polisi Amankan Ibu Kandung Korban
Ratino Taufik June 06, 2026 08:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak berusia tiga tahun di Jalan Kasturi II, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan tengah ditangani oleh kepolisian dari Polsek Lianganggang, Polres Banjarbaru.

Terbaru, kepolisian melakukan ekshaminasin atau membongkar kuburan bocah NS yang menjadi korban dugaan kekerasan, Sabtu (6/6/2026).

Kapolsek Lianganggang, Kompol Heru Setiawan, mengatakan pembongkaran kuburan korban dilakukan bersama Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Heru menjelaskan kasus dugaan kekerasan ini dilaporkan oleh pihak keluarga korban ke Polsek Lianganggang pada Kamis (5/6/2026). Namun, sebelumnya korban telah terlebih dahulu dikuburkan, Rabu (4/6/2026)

“Bahwa hari Kamis kemaren ada pelapor melaporkan bahwa keponakannya sepertinya meninggal tidak wajar, setelah menerima laporan langsung melakukan penyelidian mengumpulkan alat bukti, saksi-saksi dan olah tkp awal. Korban sendiri adalah anak berinisial NS berusia 3 tahun,” kata Kapolsek.

Saat ini, kepolisian telah mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku kekerasan, yaitu ibu kandung korban berinisial S.

Baca juga: Bupati Banjar H Saidi Mansyur Dukung Portugal di Piala Dunia 2026, Wakil Bupati Dukung Argentina

“Hasil penyelidkan kami, hasil olah tkp awal, kita langsung mengamankan ibu kandungnya. Karena dari penyelidikan, yang ada korban dan ibu kandung, kuat dugaan ibu kandung yang melakukan itu,” sebut Heru.

Lanjut Heru, ekshaminasi yang dilakukan oleh tim forensik ini akan menjadi bukti pendukung dalam proses penanganan kasus ini. Polisi juga tengah melakukan pendalaman salah satunya untuk mengetahui motif kasus dugaan kekerasan ini.

Di sisi lain, keluarga korban, Nur Hikmah mengungkapkan kondisi korban saat meninggal. Ia menyebut pada tubuh korban terdapat luka bakar dan luka di bagian muka.

“Banyak ditemukan luka bakar, lebam, luka luka di seluruh tubuh. Dari situ ulun berpikir ini kematian janggal,” ujar tante korban ini.

Nur juga menyebut menanyakan kepada terduga pelaku terkait luka bakar pada tubuh korban, saat itu ia berdalih dengan menjawab bahwa korban tersiram air panas secara tidak sengaja.

Siraman itu belakangan diketahui telah terjadi seminggu lalu, namun korban tidak pernah dibawa ke rumah sakit.

“Ulun tanyakan kenapa jadi anak bisa kaya ini, mamanya menjawab tersiram air panas kada sengaja. Di kepala ada luka, di pelipis mata ada luka, di hidung keluar darah,” sebutnya.

Terduga pelaku saat ini telah diamankan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lianganggang.  (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.