Untuk Korban Fenomena Teror Api Seyegan, BPBD Gandeng Dinsos Sleman Siapkan Skema Bantuan
Joko Widiyarso June 06, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan, telah menyiapkan skema bantuan untuk keluarga Agusyani, warga Kasuran, Margomulyo, Seyegan yang rumahnya dilanda musibah kebakaran acak dan berulang.

Dalam penanganan dampak sosial dan kebutuhan bagi korban, BPBD berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, penanganan aspek sosial bagi korban nanti akan turut dibantu pihak Dinsos. BPBD sendiri telah menjalin komunikasi dan mengajak Dinsos untuk ikut membantu penanganan kondisi sosial di lapangan.

"Itu skemanya nanti dengan Dinas Sosial. Dinas Sosial kami ajak monitor itu, kami sudah sampaikan itu. Nanti akan ada ya, dari JPS-nya (Jaring Pengaman Sosial) Dinas Sosial. (Bantuannya) nanti seperti apa, mereka yang akan menentukan," kata Bambang, dihubungi Sabtu (6/6/2026).

Mengenai kerugian yang timbul dari rentetan kebakaran ini, Bambang memastikan dari BPBD Sleman tersedia anggaran untuk membantu meringankan dampak bencana keluarga korban.

Namun, bantuan dari BPBD dibatasi oleh regulasi dan hanya difokuskan pada perbaikan kerusakan fisik atau struktur bangunan yang terbakar.

Alokasi bantuan ini tidak akan menghitung kerugian per item barang-barang yang hangus. Sebab, BPBD hanya akan menghitung kerusakan dari bangunan.

Hitung dampak kerugian

Nantinya, untuk menghitung dampak kerugian, BPBD Sleman akan menurunkan tim assesment buat melakukan penilaian pascabencana.

"Kami membantu ke arah bangunannya. Bangunan yang terbakar, mungkin pintu atau apa bisa dibantu. Kalau barang-barangnya yang terbakar tidak bisa kami masukkan di situ. Nanti kami akan melakukan asesmen untuk mengukur dan menghitung dampak kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran ini. Tapi itu di belakang setelah penanganan, sambil jalan," kata Bambang.

Seiring bantuan materiil yang mulai berjalan, Bambang menegaskan bahwa hal paling krusial yang harus segera diselesaikan saat ini adalah mengungkap motif dan asal-usul munculnya api misterius tersebut demi keselamatan warga. 

"Yang terpenting, penyeba fenomena ini apa, itu yang penting untuk dicari tahu," kata dia.

Sebagimana diketahui, kemunculan titik api acak di rumah Agusyani Mujiyanto di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum juga mereda.

Memasuki hari ke-15 pada Sabtu (6/6/2026) dini hari, "teror" api misterius kembali menyala dua kali dan menghanguskan celana serta baju yang ada di depan kamar mandi.

Dua insiden terbaru ini menggenapi total kejadian menjadi 107 kali kebakaran-- baik letupan kecil maupun besar--sejak pertama kali muncul pada Jumat (22/5/2026) lalu.

Kemunculan api terjadi acak 

Dari data kronologi, eskalasi kemunculan api terus terjadi secara acak dan beruntun dalam sepekan terakhir. 

Titik api bahkan telah merembet ke rumah tetangga di sebelah utara rumah Agusyani, yakni rumah kontrakan yang ditinggali Laila Putri Rahma Dewi. 

Pada Jumat (5/6) dini hari, api membakar handuk yang tersampir di besi jemuran belakang rumah. Sebelum itu, api juga sudah membakar kerudung hitam dan tumpukan kayu. 

Sampai saat ini, keluarga Agusyani dibantu warga dan relawan dari lintas intansi  harus bersiaga penuh selama 24 jam.

Air, handuk basah, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan 'senjata' utama untuk memadamkan letupan api yang bisa muncul kapan saja, di mana saja.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sleman, Arif Priyosusanto juga menaruh perhatian atas bencana kebakaran berulang ini. 

Pihaknya mengaku sudah mengimbau Dinas Kesehatan bersama Puskesmas untuk ikut melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian.

Tujuannya, untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun jiwa dari penghuni rumah yang menjadi korban fenomena aneh ini. 

"Harapannya agar tidak menimbulkan kepanikan dan keresahan, yang mana bisa mempengaruhi para peneliti mencari sebab kemunculan api," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.