Dampak Rupiah Melemah, Tarif Servis AC Mobil di Nganjuk Naik Tajam
Cak Sur June 06, 2026 10:04 PM

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Tarif servis AC mobil di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), melonjak tajam akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh angka Rp18.095.

Lonjakan harga suku cadang dan freon impor memicu pembengkakan biaya perawatan kendaraan warga.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pelaku usaha bengkel maupun konsumen, yang kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk menjaga kenyamanan berkendara di tengah suhu udara yang panas.

Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Biaya Operasional Bengkel

Salah satu pemilik bengkel servis AC mobil di Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Prayitno, mengungkapkan bahwa kenaikan biaya operasional ini tidak dapat dihindari.

Menurutnya, melejitnya harga bahan baku sangat dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS yang terus menguat.

"Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2026. Namun, dua bulan terakhir ini adalah fase yang paling terasa kenaikannya," ujar Prayitno saat ditemui SURYA.co.id di bengkelnya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, bahwa mayoritas komponen dan bahan pengisi AC mobil masih bergantung pada komoditas impor, sehingga sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai mata uang asing.

Harga Freon Impor dan Sparepart Meroket

Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas freon impor. Prayitno merinci perjalanan kenaikan harga freon yang ia beli untuk kebutuhan operasional bengkelnya:

  • Tahun 2024: Harga freon impor berada di kisaran Rp1,4 juta.
  • Tahun 2025: Harga mulai merangkak naik secara bertahap sekitar Rp250 ribu setiap bulannya.
  • Tahun 2026: Pada awal tahun hingga dua bulan terakhir, harga freon impor tersebut melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp3 juta.

"Saya membeli produk freon merek pabrikan Singapura yang bahan bakunya berasal dari Eropa. Nilai tukar dolar berdampak langsung pada harga freon," tambah Prayitno.

Selain freon, seluruh komponen suku cadang (sparepart) AC mobil juga mengalami penyesuaian harga.

Salah satu komponen yang sebelumnya dipatok seharga Rp300 ribu, kini naik menjadi Rp400 ribu. A

kibatnya, tarif pengisian freon untuk pelanggan terpaksa dinaikkan dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu per unit.

Keluhan Konsumen Akibat Pembengkakan Biaya Perawatan

Kenaikan tarif ini langsung dirasakan dampaknya oleh para pemilik kendaraan.

Sofyan Hanafi, salah satu pelanggan di bengkel milik Prayitno, mengaku sangat terbebani dengan kondisi ekonomi saat ini.

Baginya, kenyamanan AC mobil adalah kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditunda.

"Kenaikan harga perawatan AC praktis bikin pengeluaran bulanan untuk perawatan mobil saya membengkak," keluh Sofyan.

Kondisi ini diperkirakan akan terus bertahan selama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan tanda-tanda penguatan, memaksa pemilik kendaraan untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran perawatan transportasi mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.