TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah kondisi motor listrik MBG yang kini menumpuk di Gudang Sentul Bogor setelah eks Kepala BGN Dadan Hindayana jadi tersangka.
Adapun motor listrik MBG diduga bermasalah dan menumpuk di gudang setelah Dadan Hindayana diamankan atas dugaan korupsi tata kelola MBG.
Dalam perkara tersebut, penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan adanya dugaan mark up pengadaan barang dan jasa.
Salah satu pengadaan yang diduga bermasalah yakni 21.800 unit motor listrik untuk operasional pelaksanaan MBG dengan nilai anggaran ditaksir berkisar Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.
Sementara itu, dari penelusuran TribunnewsBogor.com, motor listrik tersebut masih berada di gudang yang berada di Sentul Bogor.
Lokasi gudang berada di kawasan Industri di wilayah Desa Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
Baca juga: TUMPUKAN Uang Rupiah dan Dollar Disita dari Kediaman Eks Wakil Menteri Imipas yang Ditahan KPK
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah Dadan Hindayana diamankan.
Dilansir Tribun-medan.com dari TribunnewsBogor.com pada Senin (13/4/2026), keberadaan motor berwarna biru berlogo BGN tersebut hanya berada di area samping gudang.
Namun pada Sabtu (6/6/2026), motor-motor tersebut menumpuk hingga ke area depan bangunan gudang.
Meski begitu, untuk tipe motor yang ada di lokasi tersebut masih sama yakni jenis skuter matik dan trail.
Di samping itu, terdapat juga truk kontainer berlabel PT. Yasa Artha Tunggal (YAT) yang terparkir di samping gudang produsen Emmo Electric Mobility tersebut.
Akan tetapi tidak ada aktivitas yang mencolok di lokasi tersebut, hanya deretan motor yang berjajar rapi ditutup oleh kain jaring warna hitam.
Selama TribunnewaBogor.com berada di depan area luar gudang tersebut tak terlihat adanya karyawan meskipun terdapat pintu yang terbuka.
Baca juga: Dulu Tinggalkan Istri dan Anak demi Selingkuhan, Kini Pria Ini Menyesal dan Berlutut Minta Rujuk
Sony Sonjaya Sebut Total Ada Lebih 30 Orang Pejabat Besar Nikmati Korupsi MBG
Eks Wakil Kepala BGN yang kini jadi tersangka Sony Sonjaya sebut total ada lebih dari 30 orang yang terlibat dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun dalam pengakuan Sony Sonjaya, total ada lebih dari 30 orang yang ikut menikmati korupsi MBG.
Hal itu disampaikan pengacara Sony Sonjaya, Elza Syarief.
Elza menuturkan informasi yang diperolehnya tersebut berasal dari Sony.
Dia juga menjelaskan seluruh nama tersebut berada di ponsel milik Sony yang kini disita oleh Kejagung.
"(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih.
Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," katanya dikutip dari YouTube tvOne, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Warisan Peninggalan Keluarga Diam-diam Dijual Ibu Mertua, Wanita Ini Murka dan Ceraikan Suaminya
Dia mengatakan nama-nama yang diklaim terlibat adalah tokoh besar. Namun, dia enggan untuk menjelaskan orang yang dimaksud.
"Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony)," katanya.
Elza berharap orang-orang yang dimaksud diperiksa oleh penyidik Kejagung untuk dimintai keterangannya.
Dia mengatakan ketika mereka diperiksa, akan diketahui titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga dijualbelikan dan pelaku yang menjualbelikan.
Ia mengakui bahwa orang yang mengawasi dan akses masuk ke sistem terkait pengajuan pembangunan SPPG adalah Sony.
Namun, lantaran permintaan yang begitu masif, akhirnya situs untuk pendaftaran SPPG ditutup.
*/tribun-medan.com