TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aki menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor.
Fungsinya menyuplai daya listrik untuk menghidupkan mesin serta berbagai fitur kelistrikan seperti lampu, klakson, dan starter elektrik.
Agar aki tetap awet dan tidak cepat soak, pengendara perlu menghindari sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari dapat memperpendek usia pakainya.
Technical Service Manager Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Anton Prihatno mengatakan kerusakan aki merupakan salah satu kasus yang paling sering ditemui di bengkel.
"Banyak pengguna motor kurang memperhatikan hal-hal kecil yang bisa membuat aki cepat soak," ujar Anton di Makassar, baru-baru ini.
Pada kondisi penggunaan normal, aki motor umumnya dapat bertahan selama dua hingga lima tahun.
Namun, masa pakai tersebut bisa menjadi lebih singkat apabila pengendara memiliki kebiasaan yang membebani sistem kelistrikan motor.
Baca juga: 6 Tips Aman Bawa Barang Belanjaan di Sepeda Motor, Jangan Asal Angkut
Kesalahan pertama yang perlu dihindari adalah lupa mematikan kunci kontak setelah motor digunakan.
Kondisi ini sering terjadi, terutama pada sepeda motor yang sudah menggunakan sistem keyless atau remote.
Saat kunci kontak masih aktif, arus listrik tetap mengalir meskipun mesin tidak menyala.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, daya aki akan terkuras dan berpotensi membuat aki cepat drop.
Kesalahan kedua adalah penggunaan fitur Idling Stop System (ISS) yang tidak sesuai kondisi jalan.
Fitur ini memang dirancang untuk membantu menghemat bahan bakar dengan mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti beberapa detik.
Namun, penggunaan ISS di kondisi lalu lintas yang sangat padat dan sering mengalami stop and go dapat membuat aki bekerja lebih keras.
Ini karena mesin harus berulang kali mati dan hidup secara otomatis.
"Fitur ISS sebenarnya membantu efisiensi bahan bakar. Tetapi kalau dipakai di jalanan yang sering stop and go justru membuat aki bekerja ekstra," jelas Anton.
Kesalahan ketiga adalah membiarkan tangan terlalu lama menekan handle rem saat berhenti.
Kebiasaan ini membuat lampu rem terus menyala sehingga daya listrik dari aki terus digunakan.
Meski terlihat sepele, jika dilakukan berulang kali dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan performa aki.
Selain menghindari tiga kebiasaan tersebut, Anton juga mengingatkan pengendara untuk tidak memasang aksesori kelistrikan tambahan secara berlebihan di luar spesifikasi standar pabrikan.
Penggunaan lampu tambahan, klakson berdaya besar, atau perangkat elektronik lain dapat meningkatkan beban kerja aki.
Untuk menjaga kondisi aki tetap optimal, pengendara disarankan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala di bengkel resmi.
Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi lebih awal jika terdapat penurunan performa pada sistem kelistrikan kendaraan.
“Dengan perawatan yang tepat, usia aki bisa bertahan lebih lama dan motor pun tetap nyaman digunakan,” tutur Anton.
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)